Breaking News
Home / Info Papua / KPPN Fakfak, Realisasi APBN Per 31 Oktober 2022

KPPN Fakfak, Realisasi APBN Per 31 Oktober 2022

Kepala KPPN Fakfak Yofi Habibie Adnan. (Foto Jojie)

 

Reporter : Jojie Muskita Matitaputty
Editor : Wahyu Hidayat

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK– Bersama KPBC Fakfak dan KP2KP Fakfak, KPPN Fakfak Realisasi APBN per 31 Oktober 2022 dengan periode awal Triwulan IV Tahun 2022.

“Secara umum, realisasi APBN masih dipengaruhi oleh kinerja perekonomian yang semakin membaik,” ucap  Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kabupaten Fakfak (KPPN Fakfak ), Yofi Habibie Adnan pada  konferensi pers i Press diruang rapat KPPN Fakfak, Selasa, 29 November 2022.

Yofi Habibie Adnan mengungkapkan, secara garis besar berdasarkan data I-Account APBN 2022 dari Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN), Penerimaan Negara yang bersumber dari Penerimaan Perpajakan, Penerimaan Bea Cukai dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sampai dengan 31 Oktober 2022 mencapai total nilai Rp222,23 miliar atau mengalami kenaikan sebesar Rp51,142 miliar (29.89%) dibandingkan periode Triwulan III Tahun 2022. Penerimaan Perpajakan mencapai Rp179,72 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 13,75% dibandingkan Triwulan III Tahun 2022 mencapai Rp23.532 miliar.

Lanjut Yofi menjelaskan, penerimaan bea cukai sebesar Rp29.19 miliar mampu membukukan kenaikan sebesar Rp27.615 miliar lebih dari 1000% kenaikan dengan periode Triwulan III Tahun 2022. Menurutnya, hal ini menandakan terdapat peningkatan nilai eksport dari yang sebelumnya dipelabuhan Fakfak maupun Kaimana.

Namun tambah Yofi, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sampai dengan 31 Oktober 2022 tidak mengalami kenaikan/masih sama dengan triwulan lalu.

“Dengan realisasi penerimaan negara tersebut, secara regional lingkup KPPN Fakfak meliputi wilayah Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Kaimana terdapat realisasi belanja DFDD sebesar Rp259.29 miliar (27%) dan belanja K/L sebesar Rp703.68 miliar (73%) dari total seluruh belanja. Secara regional terdapat defisit belanja sebesar Rp740.76 miliar dimana total belanja regional Rp962.99 miliar, sementara pendapatan regional hanya 19% dari total realisasi APBN regional. Secara nilai perbedaan pendapatan dan belanja sangat besar namun serapan atas belanja APBN regional mampu mengerakan perekonomian regional dalam rangka penguatan ekonomi pasca pandemi, “ ungkap Yofi. ***

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Bupati Manokwari Pimpin Upacara Pembukaan TMMD Ke-121 Kodim 1801/Manokwari Tahun 2024*

  Pewarta: Sri Mariati INFOFAKFAK.COM_ Demi mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *