
Reporter: Amryn Landupa
INFOFAKFAK.COM, GUANGZHOU, – Dari Tanah Mbaham-Matta, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Pala Tomandin kini melangkah ke panggung perdagangan rempah internasional. Komoditas khas daerah itu dipamerkan dalam ajang pameran rempah di Guangzhou, China, yang dibuka Kamis 3 September 2026.
Keikutsertaan tersebut menjadi langkah Global Spices Papua memperkenalkan biji pala dan bunga pala kualitas premium asal Fakfak secara langsung kepada importir dan calon mitra bisnis dari berbagai negara.
Di tengah persaingan perdagangan rempah dunia, kualitas menjadi syarat utama. Perwakilan Global Spices Papua, Victoria Angelika, mengatakan ketersediaan bahan baku bukan persoalan utama. Tantangannya adalah menjaga mutu tetap konsisten sesuai spesifikasi yang diminta pembeli.
“Kita mudah menemukan pemasok, tetapi tantangannya mendapatkan pemasok yang konsisten menjaga spesifikasi standar dunia. Pembeli kerap mengeluhkan kadar air pala yang di atas 10 persen,” ujar Victoria di sela-sela presentasinya.
Karena itu, proses pemilahan dilakukan sejak dari petani. Pala yang siap dipasarkan harus memiliki kadar air di bawah 9 persen, utuh tanpa lubang akibat serangga, serta bersih dari spora jamur.
Standar tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas Pala Tomandin sebelum masuk ke pasar yang lebih luas. Global Spices Papua yang berkantor pusat di Fakfak dan didukung gudang transit di Surabaya, setiap tahun menyerap sedikitnya 800 metrik ton pala.
Dari jumlah itu, sekitar 400 metrik ton diperuntukkan bagi kebutuhan domestik, sementara 400 metrik ton lainnya disiapkan untuk pasar ekspor.
Pendiri Global Spices Papua, Hans Sahupala, mengatakan kehadiran di Guangzhou bukan hanya menjadi kesempatan memperkenalkan komoditas, tetapi juga membuka jaringan perdagangan bagi produk asal Fakfak.
Menurut Hans, Pala Tomandin yang dibawa ke pasar luar negeri tidak hanya menawarkan komoditas, tetapi juga pengetahuan dan tradisi masyarakat Fakfak dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Salah satunya melalui Sasi Kerakera, tradisi adat yang mengatur pemanfaatan pala agar tetap berkelanjutan. Praktik tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga rimba pala Fakfak sehingga tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi berikutnya.
Dari sisi persyaratan pasar, Global Spices Papua juga telah memiliki sejumlah sertifikasi dan registrasi, di antaranya standar keamanan pangan HACCP, SNI, serta registrasi pabean China atau GACC.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menyambut positif langkah pelaku usaha lokal membawa Pala Tomandin ke Guangzhou.
Menurutnya, tampilnya komoditas unggulan Fakfak di pameran rempah internasional menjadi peluang untuk memperluas akses pasar sekaligus membuka manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan petani.
“Ini momentum emas. Ketika Pala Tomandin makin dikenal di pameran kelas dunia, akses pasar terbuka lebar dan dampak ekonominya akan dirasakan langsung oleh masyarakat serta petani kita di Fakfak,” tutur Widhi.
Dari Tanah Mbaham-Matta ke Guangzhou, Pala Tomandin kini membawa nama Fakfak dan Papua Barat ke hadapan pasar rempah internasional. Bukan hanya melalui kualitas produk, tetapi juga melalui tradisi masyarakat yang menjaga keberlanjutan pala dari generasi ke generasi.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak
