
Fakfak_ SD Islam Terpadu As Salam Fakfak, merupakan satu-satunya sekolah di Fakfak, yang menerapkan full day atau belajar sehari penuh. Penerapan full day ini, sudah diberlakukan sejak 2014, dan dikhususkan bagi siswa kelas 4 hingga 6.
Kepala SD IT A Salam, Wildan Saugi, M.Pd. menjelaskan bahwa, untuk anak kelas 1 hingga kelas 3. Tidak diterapkan full day. Mereka pulang sekolah lebih awal.
“Di sekolah kami, meski diterapkan full day, namun waktu belajarnya kami buat fleksibel. Meski Waktu belajarnya telah terjadwal, tetapi waktu belajar itu bisa pula menjadi waktu untuk bermain, sehingga anak didik menjadi nyaman dengan kondisi itu,” jelas mantan pimpinan Primagama Fakfak yang juga mengajar di STIKIP Nuu War tersebut.
Menurut Wildan, pembentukan karakter anak merupakan proses yang sangat penting. Untuk itu perlu upaya sejak dini, agar anak didik bisa menjadi generasi yang qur’ani.
“Kami berupaya menerapkan sunnah-sunnah Rasululloh dalam proses pembelajaran ini. Ke depan, kami merencanakan adanya jam istirahat atau tidur sebelum waktu dhuhur, sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad,” jelas Wildan. “Oleh sebab itu, kami juga memprogram agar antara guru dan siswa terdapat pendekatan personil, agar siswa nyaman. InsyaAllah guru-guru kami dekat dengan anak-anak. Kapan harus belajar, dan kapan memberikan kasih sayang, ramah dan tidak acuh terhadap masalah siswa. Sehingga ada anak yang mengatakan, lebih enak masuk sekolah daripada libur,” lanjutnya.
Pantauan media ini di SD yang berlokasi di Wagom tersebut, sebelum siswa belajar mata pelajaran “serius”, siswa berwudhu lebih dulu. Usai itu, siswa mengaji dan hafalan ringan seperti surat-surat al Qur’an yang pendek, dan do’a- do’a harian.
Kata Wildan, “Dengan dibiasakan berwudhu, diharapkan siswa lebih mudah menerima ilmu, dan ilmu yang diterima siswa, diharapkan menjadi ilmu yang bermanfaat,”
Salah seorang orang tua siswa yang bekerja sebagai PNS di Kementerian Agama Kabupaten Fakfak, setuju saja dengan penerapan full day. Baginya, hal itu merupakan upaya sekolah dan orang tua, untuk mengontrol anak.
“Bagi kami PNS, penerapan full day tentu sangat membantu. Kami tidak berpikiran negatif, sebab kami tahu, anak kami masih dibawah pengawasan dan bimbingan para guru. Dan memang, jika kita lihat pergaulan remaja saat ini, lebih baik anak sekolah full day, untuk menghindari salah pergaulan,” ujarnya.
Dan ternyata, meski menerapkan full day, terjadi tren meningkat, pada jumlah anak yang didaftarkan masuk SD IT As Salam ini. (wah)
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak