Breaking News
Home / Fakfak News / Musda I KMK Fakfak Berakhir Damai, Mufakat Adat Lahirkan Kepemimpinan Baru

Musda I KMK Fakfak Berakhir Damai, Mufakat Adat Lahirkan Kepemimpinan Baru

 

Slamet Efruan didampingi istri tampil mengenakan baju adat Kei dengan peci hitam, dan Mohammad Taweatubun bersama istri mengenakan busana adat Kei lengkap dengan topi adat. Penampilan keduanya menjadi simbol penghormatan terhadap budaya leluhur dan semangat persatuan masyarakat Kei di Kabupaten Fakfak.

 

Reporter: Amryn Landupa

INFOFAKFAK.COM, – Semangat persaudaraan akhirnya menjadi jalan utama dalam Musyawarah Daerah (Musda) I Kerukunan Masyarakat Kei (KMK) Kabupaten Fakfak. Setelah berlangsung selama dua hari, sejak Sabtu hingga Minggu, 18–19 Juli 2026, di Graha Le Coq d’Armandville, forum tertinggi organisasi masyarakat Kei ini melahirkan kepemimpinan baru periode 2026–2031 melalui keputusan bersama yang mengedepankan nilai-nilai adat dan kekeluargaan.

Dalam keputusan yang diterima seluruh peserta Musda, Mohammad Taweatubun ditetapkan sebagai Ketua Eksternal dan Slamet Efruan sebagai Ketua Internal KMK Kabupaten Fakfak.

Musda I KMK Fakfak menjadi catatan penting dalam perjalanan organisasi masyarakat Kei di Kabupaten Fakfak. Selain menjadi ruang pergantian kepemimpinan, forum ini juga menampilkan bagaimana nilai persaudaraan, dialog, dan kearifan adat mampu menjadi kekuatan dalam menyelesaikan dinamika organisasi.

Sejak awal perdamaian dibuka, Musda berlangsung dengan suasana demokratis dan penuh dinamika. Pembahasan tata tertib menjadi salah satu agenda yang cukup menyita perhatian peserta. Berbagai pandangan, masukan, dan usulan disampaikan secara terbuka sebagai bagian dari proses demokrasi organisasi. Setelah melalui pembahasan bersama, seluruh peserta akhirnya menyepakati tata tertib sebagai pedoman pelaksanaan Musda.

Persidangan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan komisi-komisi yang merumuskan arah kebijakan organisasi, program kerja, serta rekomendasi strategi bagi kepengurusan KMK selama lima tahun mendatang.

Besarnya perhatian masyarakat Kei terhadap Musda I ini terlihat dari tingginya partisipasi peserta. Sebanyak 879 pemilih yang merupakan keterwakilan dari 160 kampung di Kabupaten Fakfak ikut mengambil bagian dalam menentukan arah organisasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa KMK memiliki peran penting sebagai wadah pemersatu masyarakat Kei di Fakfak.

Nuansa budaya Kei juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari momentum bersejarah tersebut. Kandidat kedua, Mohammad Taweatubun dan Slamet Efruan, tampil mengenakan busana adat Kei berwarna merah sebagai simbol penghormatan terhadap identitas budaya dan nilai-nilai leluhur masyarakat Kei.

Memasuki tahapan penentuan kepemimpinan, dinamika forum kembali menguji kedewasaan seluruh peserta Musda. Sesuai mekanisme yang telah disepakati, proses penghitungan hasil suara perencanaan akan dilaksanakan hari ini, Minggu 19 Juli 2026 sebagai bagian dari tahapan demokrasi organisasi.

Namun, sebelum proses tersebut dilanjutkan, kedua kandidat bersama seluruh unsur yang hadir memilih mengedepankan semangat persaudaraan, kebersamaan, dan nilai-nilai adat Kei. Melalui dialog dalam suasana kekeluargaan, disepakati hasil kesepakatan bersama melalui jalan mufakat demi menjaga keutuhan keluarga besar Kei di Kabupaten Fakfak.

Kesepakatan tersebut kemudian diterima oleh seluruh peserta Musda. Di hadapan masyarakat Kei yang hadir, baik pendukung Mohammad Taweatubun maupun Slamet Efruan, forum secara resmi menetapkan Mohammad Taweatubun sebagai Ketua Eksternal dan Slamet Efruan sebagai Ketua Internal KMK Kabupaten Fakfak periode 2026–2031.

Penetapan tersebut disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta Musda. Suasana yang sebelumnya penuh dinamika berubah menjadi penuh kebersamaan dan haru. Para pendukung kedua kandidat menunjukkan sikap dewasa dengan menerima keputusan bersama sebagai kemenangan seluruh keluarga besar Kei di Kabupaten Fakfak.

Momen tersebut menjadi bukti bahwa Musda I KMK Fakfak bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga tentang menjaga persaudaraan, menghormati proses demokrasi, dan mengutamakan kepentingan bersama di atas perbedaan pilihan.

Sesepuh masyarakat Kei, Bapak Yanto Hukubun, mengapresiasi seluruh peserta dan panitia yang mampu mengarahkan Musda hingga mencapai kesepakatan bersama. Menurutnya, nilai adat dan persaudaraan harus tetap menjadi pedoman dalam menyelesaikan setiap permasalahan.

“Kalau kita mengutamakan adat dan persaudaraan, maka setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya. Hari ini kita membuktikan bahwa keluarga besar Kei tetap satu dan mampu menjaga kebersamaan,” ujar Yanto Hukubun.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kei, Bapak Bram Rahakbau, menilai Musda I KMK Fakfak menunjukkan kedewasaan dalam berorganisasi. Menurutnya, setiap perbedaan pandangan merupakan bagian dari demokrasi, namun persatuan harus tetap menjadi tujuan utama.

“Perbedaan pandangan adalah hal yang biasa dalam organisasi. Yang terpenting, kita mampu menghormati keputusan bersama dan kembali bersatu untuk membangun KMK ke depan,” kata Bram Rahakbau.

Ketua Internal terpilih, Slamet Efruan, menyampaikan rasa terima kasih dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru merupakan milik seluruh keluarga besar Kei.

“Kepercayaan ini adalah amanah bagi kita semua. Setelah Musda ini tidak ada lagi perbedaan, yang ada adalah kebersamaan. Mari kita saling merangkul dan bersama-sama membangun KMK agar semakin kokoh, kokoh, dan memberi manfaat bagi seluruh masyarakat Kei di Kabupaten Fakfak,” ujar Slamet Efruan.

Senada dengan itu, Ketua Eksternal terpilih, Mohammad Taweatubun, mengajak seluruh masyarakat Kei menjadikan hasil Musda sebagai awal memperkuat persatuan dan kerja sama.

“Musda telah selesai dan keputusan bersama telah lahir. Kini saatnya kita berjalan bersama, memperkuat persaudaraan, menjaga komunikasi, dan membawa KMK Fakfak menjadi organisasi yang semakin maju serta bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Mohammad Taweatubun.

Di bawah kepemimpinan baru, KMK Kabupaten Fakfak diharapkan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam mendukung pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Bupati Samaun Dahlan dan Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik. Selain itu, KMK juga berkomitmen membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai paguyuban serta organisasi kemasyarakatan lainnya di Tanah Mbaham-Matta.

Musda I KMK Fakfak akhirnya tidak hanya melahirkan pemimpin baru, tetapi juga meninggalkan pesan penting bahwa persatuan adalah kekuatan terbesar dalam kehidupan bersama. Semangat Ain Ni Ain yang menjadi falsafah masyarakat Kei tentang persaudaraan dan kebersamaan berjalan seiring dengan nilai Satu Tungku Tiga Batu masyarakat Fakfak yang mengajarkan keseimbangan, saling menghormati, dan hidup berdampingan dalam keberagaman.

Dari Graha Le Coq d’Armandville, Musda I KMK Fakfak mencatat sejarah baru: sebuah kepemimpinan yang lahir bukan dari perbedaan, melainkan dari persaudaraan.***

About Amrin Landupa

Check Also

DPRK Fakfak Bahas LPj APBD 2025, Apresiasi WTP ke-11 dan Ingatkan Dampak Anggaran bagi Masyarakat

  Reporter: Amrin Landupa INFOFAKFAK.COM, – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Fakfak membuka Rapat Paripurna ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *