
Reporter: Amryn Landupa
INFOFAKFAK.COM, – Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Kesehatan terus mendorong pelayanan kesehatan hingga ke sejumlah distrik. Upaya tersebut ditandai dengan mulai beroperasinya enam Puskesmas baru serta Puskesmas Kramongmongga yang mendapat perbaikan dan penambahan fasilitas.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, dr. Maulana K. Patiran, M.Kes., mengatakan keberadaan Puskesmas baru bukan hanya soal gedung pembangunan, tetapi bagaimana fasilitas tersebut dapat memberikan pelayanan yang mudah dijangkau dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Puskesmas bukan sekedar bangunan fisik, melainkan fasilitas pelayanan dasar yang hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, berkualitas, dan berkesinambungan,” ujar dr. Maulana, Kadinkes Fakfak, saat ditemui awak media.
Diketahui, Enam Puskesmas baru tersebut tersebar di sejumlah distrik, yakni Puskesmas Fior di Distrik Arguni, Puskesmas Mbahamdandara di Distrik Mbahamdandara, Puskesmas Tawar di Distrik Furwagi, Puskesmas Warpa di Distrik Kayauni, Puskesmas Krabelang di Distrik Fakfak Timur Tengah, serta Puskesmas Werpigan di Distrik Wartutin.
Selain enam Puskesmas baru tersebut, Puskesmas Kramongmongga di Distrik Kramongmongga juga mulai beroperasi setelah mendapat perbaikan dan penambahan fasilitas.
Ia menjelaskan, kesiapan sarana dan prasarana di Puskesmas baru tersebut saat ini mencapai sekitar 80 persen. Sejumlah pembekalan masih dilakukan secara bertahap, namun fasilitas yang ada sudah mulai mendukung pelayanan masyarakat.
Beberapa pekerjaan yang masih dirampungkan di antaranya perbaikan atap gedung, pembenahan saluran air bersih, serta pemulihan jaringan kelistrikan berbasis solar cell di Puskesmas Mbahamdandara dan Puskesmas Tawar.
“Pembenahan yang masih bersifat minor dan terus kami rampungkan secara bertahap,” jelasnya.
Selain gedung, Dinas Kesehatan juga terus menyediakan sarana pendukung berupa mobil ambulans dan Puskesmas Keliling (Pusling). Armada tersebut diperlukan untuk menunjang pelayanan di luar gedung sekaligus mempercepat penanganan dan rujukan pasien.
Di sisi lain, pasokan energi kesehatan masih menjadi pekerjaan yang harus dikejar. Sesuai skema Integrasi Layanan Primer (ILP) berbasis lima klaster, setiap Puskesmas idealnya diperkuat dengan dua dokter umum dan satu dokter gigi.
Saat ini, mencakup SDM kesehatan baru mencapai sekitar 50 persen dari standar yang ditetapkan dalam Permenkes Nomor 19 Tahun 2024. Dinas Kesehatan masih berkoordinasi untuk memenuhi kekurangan satu dokter umum, lima dokter gigi, serta sembilan jenis tenaga kesehatan wajib lainnya.
Pemenuhan tenaga kesehatan tersebut menjadi bagian penting agar keberadaan Puskesmas baru tidak hanya menghadirkan fasilitas secara fisik, tetapi juga mampu memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat.
Untuk mendukung pelayanan, Pemkab Fakfak juga memberikan tambahan anggaran operasional serta menyediakan dua unit dental unit.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati atas alokasi anggaran operasional dan bantuan dua unit dental unit yang kini sudah terpasang dan diuji fungsinya. Dengan adanya fasilitas gigi ini, dokter yang bertugas bisa langsung melayani warga sehingga pasien rujukan ke kota dapat diminimalkan,” tambahnya.
Ia berharap keberadaan fasilitas dan dukungan operasional tersebut dapat semakin memperkuat pelayanan kesehatan di tingkat distrik sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap layanan kesehatan di wilayah perkotaan.
Menutup keterangannya, Kadinkes Fakfak menyampaikan pesan kepada seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di lapangan agar memberikan pelayanan dengan mengutamakan kenyamanan, keselamatan, dan kebutuhan masyarakat.
“Melayanilah dengan hati, profesional, ramah, dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat,” tutupnya.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak