Home / Headline / Bandara Torea Mulai Terapkan Standar Keamanan

Bandara Torea Mulai Terapkan Standar Keamanan

Pemeriksaan penumpang dan barang bawaan di Bandara Torea, Fakfak mulai diperketat
Pemeriksaan penumpang dan barang bawaan di Bandara Torea, Fakfak mulai diperketat

Fakfak_ Pihak Bandara Torea, Fakfak, mulai menerapkan aturan pengamanan standar bagi penumpang dan bagasinya. Selama ini, meski x-ray bandara telah terpasang, pengamanan kedatangan penumpang beserta bagasinya, masih belum seketat saat ini.

Kepala Sub Seksi Pengamanan Penerbangan, Wakhid, menjelaskan bahwa, pihaknya sedikit demi sedikit menerapkan aturan pengamanan, hingga nantinya dapat menerapkan aturan yang sesungguhnya.

“Barang dan penumpang mulai kami perketat. Selain demi keamanan penerbangan, juga mencegah kerusakan alarm. Sebab, selama ini penumpang keluar masuk belum terartur melalui jalurnya, sehingga alarm x-ray selalu berbunti,” ujar Wakhid.

Selain itu, jika selama ini pengantar bisa leluasa masuk ruang tunggu, kini pengantar dibatasi hanya sampai ruang check in.

“Penggunaan ruang VIP juga masih perlu dibenahi lebih baik. Saat ini, penggunaan ruang VIP belum sesuai aturan. Banyak orang yang leluasa memakai ruang VIP. Padahal, penggunaan ruang VIP ada aturannya, meski dikelola oleh Pemda,” lanjut Wakhid.

Sisi keamanan Bandara Torea masih bisa dikatakan belum maksimal. Masyarakat bahkan bisa masuk hingga apron. Hal ini terjadi biasanya saat menyambut tamu. Saat itulah ruang VIP berpotensi kedodoran. Pengawasan terhadap manusia dan barang agak lemah. Memang, hingga kini belum muncul masalah. Tetapi, hal ini perlu mendapat perhatian serius dan diperbaiki.

Wakhid, yang baru menjabat sekitar 3 bulan lalu ini juga mengaktifkan pemadam kebakaran, yang selama ini “dingin”.

“Pagi hari, saya sendiri yang memanasi mobil damkar itu. Saya pakai keliling run way sekalian mengecek kondisi run way. Sebenarnya, pemadam kebakaran harus selalu waspada. Makanya, sebelum pesawat take off atau landing, pemadam kebakaran harus sudah siaga. Jangan sampai kecolongan seperti kasus express air beberapa tahun lalu. Itu kesalahan besar,” jelas Wakhid.

Meski “kebebasan” penumpang dan pengantar kini dibatasi, namun hal ini sebenarnya untuk kebaikan mereka dan keamanan penerbangan.

Satu hal lagi yang patut mendapat perhatian pengelola Bandara Torea adalah jeleknya sound system serta belum adanya CCTV. Suara sound system, utamanya saat pengumuman dan memanggil penumpang, masih jauh dari harapan. Suara yang dihasilkan lebih seperti orang bergumam alias kurang jelas.

Otoritas Bandara Torea juga seharusnya telah memasang CCTV. Sekali lagi, meski belum ada masalah yang muncul, tindakan preventif jelas lebih baik daripada “tiba saat tiba akal” atau baru aksi jika ada masalah. (wah)

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Setelah Tutup 19 Hari, Bandara Torea Kembali Normal

Fakfak_ Kedatangan pesawat wings air pagi tadi (29/1), menjadi pertanda Bandara Torea Fakfak, Papua Barat, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *