
Fakfak_ Perbedaan waktu pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Kampung Sekru, telah berlangsung sejak lama. Dan dikatakan bahwa, perhitungan seperti itu, merupakan warisan nenek moyang. Seyogyanya, perbedaan ini mendapat perhatian lebih dari pemerintah dan organisasi Islam seperti MUI, Dewan Masjid Indonesia serta organisasi massa Islam lainnya, termasuk Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.
Imam Masjid Abu bakar Ashshidiq di Kampung Sekru, Biarpruga menjelaskan bahwa, belum pernah ada ajakan dialog dari pemerintah.
“Dari pemerintah tidak datang kepada saya. Mari kita duduk bicara. Bagaimana penetapan 1 Ramadhan. Sehingga apa yg saya tahu dapat saya sampaiakkan kepada pemerintah, dan apa yang pemerintah tahu, dapat sampaikan pula. Sehingga, yg baik dan benar seperti apa,” ujar Biarpruga.
Biarprugra sebenarnya menginginkan adanya dialog, sehingga akan ketemu solusi. Sebab, jika penetapan Ramadhan menyelisih dari apa yang diajarkan dalam al Qur’an dan hadits, tentu berakibat pada keabsahan ibadah tersebut.
“Apa yang kami lakukan pasti ada dasar.Artinya, tentu tidak semudah itu merubah. Saya harus meyakinkan masyarakat,” ujarnya.
Masalah hisab dan ruqyah terkait penetapan 1 Ramadhan dan 1 Syawal, sejatinya sudah dilakukan sosialisasi oleh Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Fakfak, beberapa waktu lalu. Pelaksanaan sosialisasi ini memang untuk mengantisipasi perbedaan dasar penetapan Ramadhan dan Syawal. Selain itu, sosialisasi ini juga diikuti oleh pengurus dan imam masjid-masjid yang ada di Fakfak bagian kota dan sekitarnya, hingga Distrik Fakfak Barat.
“Di tahun 2015 ini, DMI sudah menyelenggarakan sosialisasi hisab dan ruqyah, untuk penetapan 1 Ramadhan dan 1 Syawal. Tujuannya, tentu untuk memberikan pencerahan, bahwa menentukan awal puasa dan awal lebaran itu, ada rujukannya, yakni al Qur’an dan Hadits Nabi. Tidak boleh sembarangan. Jaman sekarang, ilmu sudah mudah didapatkan. Mungkin, kalau jaman dahulu, ilmu susah dicari kalau tidak merantau. Saat ini jauh berbeda. Kami akan diskusikan hal ini dengan organisasi lainnya,” terang Ketua DMI kabupaten Fakfak, Djamaluddin Leto, S.Ag. M.MPd. (wah)
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak