
Fakfak_ Seperti tahun tahun sebelumnya, lebih dari seratus umat muslim di Kampung Sekru, melaksanakan sholat Idul Fitri, mendahului 2 hari dari umat Islam pada umumnya. Bertempat di Masjid Abu Bakar Ashshidiq, muslimin dan muslimat, dari anak-anak hingga orang dewasa, mulai mendatangi masjid, sekitar pukul 07.30 WIT.
Imam Masjid Abu bakar Ashshidiq, Biarpruga menjelaskan bahwa, jemaahnya sudah melaksanakan sholat Idul Fitri seperti itu, sejak jaman dahulu.
“Kalau masalah kitab atau rujukan-rujukan, kami dari nenek moyang perhitungannnya sudah turun temurun. Soal agama ini, jika sudah putih ya tetap putih,” ujar Biarpruga.
Lebih jauh dijelaskan, perhitungan warisan nenek moyang menggunakan perhitungan 53. Dengan perhitungan ini, maka waktu 1 Ramadhan dan 1 Syawal beberapa tahun kedepan sudah bisa diketahui.
“Saya contohkan, pada tahun 2015 jika ditetapkan 1 Ramadhan jatuh pada hari Senin, maka 1 Syawal jatuh pada perhitungan 3 hari berikutnya, yaitu Senin, Selasa dan Rabu. Jadi 1 Syawal jatuh pada hari Rabu. Lalu, untuk 1 Ramadhan pada tahun 2016, perhitungannya 5 hari dari Hari Rabu saat 1 Syawal di tahun sebelumnya. Jadi, 1 syawal tahun 2015 ini jatuh pada Rabu, maka 1 Ramadhan pada 2016 adalah 5 hari berikutnya, atau Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu. Maka 1 Ramadhan 2016 jatuh pada Minggu. Begitu seterusnya,” jelasnya.
Jamaah “53” Kampung Sekru ini, memastikan bahwa puasa Ramadhan hanya selama 30 hari. Ini berlaku selamanya. Juga, dipahami bahwa, jika Idul Fitri jatuh pada hari Jumat, maka tidak boleh ada sholat Jumat.
Meski dalam menetapkan awal puasa dan sholat idul Fitri selalu menyelisih ketetapan pemerintah, namun uniknya, untuk pelaksanaan Idul Adha mereka tidak berbeda. Untuk Idul Adha, nampaknya tidak menggunakan perhitungan 53 tersebut.
Usai melaksanakan sholat idul Fitri, kegiatan dilanjutkan dengan melaksanakan injak pasir dan aqiqoh. Bedanya, aqiqoh disini tidak menyembelih kambing.
“Tujuannya untuk meminta keselamatan dari Allah. Dan agar meringankan beban orang tuan anak-anak, maka kami menyelenggarakannya secara bersamaan usai sholat idul Fitri,” kata Biarpruga.
Kali ini, acara aqiqoh dan injak pasir diikuti oleh 3 balita. (wah)
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak