
Fakfak_ Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke 30 tahun 2015 ini, terasa kurang bergaung. Harapan masyarakat pers agar Presiden Jokowi bisa hadir di puncak peringatan HPN di Riau tersebut, kandas sudah. Padahal, banyak pihak berharap, di tahun pertama masa kekuasaannya ini, presiden bisa hadir. Absennya Jokowi, akhirnya digantikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Jika dalam skala nasional peringatan HPN kurang bergaung lantaran absennya presiden, di Fakfak, HPN sudah sejak lama menjadi barang asing. Jangankan pemerintah, insan pers sendiri banyak yang belum tahun, tahun ini HPN keberapa.
“Aduh, HPN keberapa, ya. Sampai lupa,” aku seorang wartawan yang sudah cukup lama bergabung di sebuah media cetak harian.
“Miris rasanya, yang mengaku wartawan saja tidak tahu, HPN keberapa tahun ini. Bagi kami, tanpa perlu dibesar-besarkan, kami selalu memaknai HPN dengan tindakan nyata,” ujar La Ode Harifu, Wakil Ketua DPC Aliansi Wartawan Indonesia Kabupaten Fakfak.
“Rencananya, DPC AWI akan menyelenggarakan bhakti social. Namun waktunya belum diputuskan,” tambah Harifu yang juga dikenal sebagai pegiat HIV/Aids ini.
Menurut Harifu, ciri daerah yang telah modern diantaranya adalah, kebiasaan membaca pada masyarakatnya.
“Masyarakat harus dibiasakan untuk membaca, untuk memperoleh informasi. Untuk itulah kami selalu menyelenggarakan pelatihan jurnalistik 2 kali dalam satu tahun. Selain untuk memperkenalkan dunia jurnalistik kepada siswa dan mahasiswa, di sisi lain kami mengajak agar pewarta bisa menyajikan informasi yang akurat dan menarik, sehingga masyarakat tercerdaskan,” lanjut Harifu. (wah)
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak