Home / Fakfak News / Ekonomi / Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Fakfak Kembangkan 450 Hektar Sawah Baru di Bomberay

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Fakfak Kembangkan 450 Hektar Sawah Baru di Bomberay

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak, M. Sholeh, S.Hut., M.Si., saat diwawancarai terkait program cetak sawah rakyat di Distrik Bomberay. Rabu, 12 Agustus 2026.

 

Pelapor: Amryn Landupa

INFOFAKFAK.COM,- Pemerintah Kabupaten Fakfak mendapat alokasi pengembangan dan pencetakan sawah baru seluas 450 hektar melalui Program Cetak Sawah Rakyat (CSR). Lahan sawah baru tersebut dipusatkan di Distrik Bomberay sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak, M.Sholeh, S.Hut., M.Si., saat diwawancarai menjelaskan, proses awal pencetakan lahan tersebut dikawal oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui mekanisme e-katalog. Sementara pengerjaan teknis di lapangan ditangani Balai Lahan dan Irigasi Pertanian Jayapura.

“Untuk ketahanan pangan ini, Pemerintah Kabupaten Fakfak mendapat alokasi cetak sawah seluas 450 hektar. Dalam proses pengerjaannya, seluruhnya melalui proses e-katalog di Kementerian Pertanian dan ditangani oleh Balai Lahan dan Irigasi Pertanian Jayapura,” ujar M. Sholeh. Rabu, 12 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, pelaksanaan cetak sawah tersebut dilakukan secara bertahap. Tahap pertama mencakup lahan seluas 260 hektar yang berada di wilayah SP 3 Onim Sari, Distrik Bomberay.

Untuk tahap pertama, proses e-katalog telah selesai dan kontraktor yang ditunjuk sudah memulai pengerjaan fisik di lapangan. Pekerjaan seluas 260 hektar tersebut menggunakan anggaran APBN dengan biaya patokan Rp35 juta per hektar.

Selanjutnya tahap kedua meliputi lahan seluas 180 hektar yang berada di Kampung Mekarsari dan Onim Sari, Distrik Bomberay. Pengerjaan tahap kedua akan dilaksanakan setelah ditandatanganinya kesepakatan tripartit antara Pemerintah Kabupaten Fakfak, Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Kementerian Pertanian.

Dalam pelaksanaannya, masing-masing instansi mempunyai tugas sesuai bidangnya. Untuk pekerjaan fisik pengumpulan lahan, Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) akan menangani pelaksanaannya bersama Dinas PUPR Kabupaten Fakfak.

Sementara untuk tata kelola pengairan, penanganannya dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Barat Kementerian PUPR melalui rehabilitasi jaringan irigasi primer dan sekunder.

Pembangunan jaringan irigasi pembuang untuk mendukung sawah-sawah baru tersebut juga telah direncanakan masuk dalam anggaran tahun 2027.

Sedangkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak akan fokus pada tahapan penanaman dan pendampingan petani di lapangan. Pendampingan tersebut dilakukan agar lahan yang sudah dicetak dapat segera dimanfaatkan dan memberikan hasil bagi masyarakat.

Kita berharap semua pihak bisa membantu proses pengembangan tanaman padi ini. Dari Kementerian juga ada bantuan berupa pupuk, benih, obat-obatan, hingga alat dan mesin pertanian,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan berharap pengembangan sawah baru di Distrik Bomberay tidak berhenti pada mencetak lahan saja. Program tersebut diharapkan dapat dilanjutkan dengan penanaman dan pendampingan petani agar lahan yang sudah dicetak dapat produktif dan ikut meningkatkan produksi padi di Kabupaten Fakfak.***

About Amrin Landupa

Check Also

Polres Fakfak dan Lintas Instansi Siaga Hadapi Karhutla

  Pewarta: Amryn Landupa INFOFAKFAK.COM, – Polres Fakfak bersama sejumlah instansi terkait menggelar Apel Gelar ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *