
Reporter: Amryn Landupa
INFOFAKFAK.COM, – Kapolres Fakfak AKBP Naim Ishak, SH, SIK, MH, menegaskan komitmennya membuka akses informasi dan tidak mengintervensi karya jurnalistik saat berdialog dengan para jurnalis yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Fakfak di Kedai Kopi Paste Family, Sabtu, 22 Agustus 2026 malam.
Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog terbuka untuk memperkuat komunikasi antara kepolisian dan masyarakat, khususnya dalam penyampaian informasi publik serta sinergi kerja di lapangan.
Dalam agenda tersebut, AKBP Naim ikut memperkenalkan jajaran pejabat utamanya, mulai dari Kasi Humas, Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, Kasat Intel hingga Kanit Opsnal, untuk berdiskusi langsung bersama awak media.
AKBP Naim menegaskan, keterbukaan informasi dan kebebasan kerja jurnalistik menjadi salah satu fokus utama dalam kepemimpinannya di Polres Fakfak. Menurutnya, kritik dari media bukanlah ancaman, melainkan bagian dari evaluasi yang diperlukan institusi kepolisian.
“Jujur saja, profesi ini punya kontribusi besar terhadap kegiatan-kegiatan kepolisian. Mau tidak mau, suka tidak suka, kami harus menjalin kerja sama, silaturahmi, dan saling support dengan rekan-rekan wartawan,” ujar AKBP Naim.
Mantan Kasat Reskrim Polres Tidore itu memastikan tidak akan membatasi, apalagi mengintervensi, karya jurnalistik yang dibuat wartawan.
“Prinsip saya, saya tidak akan mau mengintervensi tulisan rekan-rekan. Silakan saja. Berita yang kurang baik itu justru jadi bahan koreksi buat kami. Tapi tentu tetap ada check and balance pada setiap berita,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya verifikasi dan komunikasi dua arah dalam setiap pemberitaan, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat dan berimbang.
Terkait pola komunikasi di internal Polres Fakfak, Kapolres memberi tahu seluruh jajaran, khususnya Seksi Humas, agar proaktif dan cepat menanggapi setiap konfirmasi dari jurnalis.
“Kalau ada pertanyaan, respon. Belum bisa menjawab, sampaikan belum bisa. Yang penting direspon, sehingga rekan-rekan wartawan mengetahui kepastian informasinya,” jelasnya.
Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari organisasi pers. Ketua PWI Fakfak, Enrico R. Letsoin, SH, berharap keterbukaan kepolisian dalam menyampaikan informasi publik dan penanganan berbagai kasus hukum dapat terus berjalan secara transparan dan profesional.
“Kami mendukung keterbukaan informasi dan komunikasi yang baik antara kepolisian dengan media. Ini penting agar informasi yang diterima masyarakat benar-benar jelas, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Enrico.
Hal senada disampaikan Sekretaris AWI Fakfak, Frans Tamaela. Ia menilai ruang komunikasi yang cair antara kepolisian dan media penting untuk menjaga informasi iklim yang sehat di daerah.
“Komunikasi tanpa sekat seperti ini sangat penting. Kami di AWI berharap kemitraan ini terus terjaga, terutama dalam menyajikan informasi yang akurat dan menenangkan masyarakat,” singkat Frans.
Melalui ruang dialog tersebut, Polres Fakfak bersama PWI dan AWI sepakat menjaga komunikasi dan keterbukaan informasi agar memberitakan kepada masyarakat tetap akurat, sekaligus ikut menjaga situasi Kabupaten Fakfak tetap aman dan kondusif.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak
