
Reporter: Amryn Landupa
INFOFAKFAK.COM, – Dari Stadion 16 November Fakfak, Senin 17 Agustus 2026, Bupati Fakfak Samaun Dahlan membawa satu pesan utama dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia: kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata yang manfaatnya dirasakan masyarakat.
Pesan itu disampaikan Bupati Samaun saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Di hadapan peserta upacara dan masyarakat yang hadir, ia mengingatkan bahwa 17 Agustus bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga melihat apa yang sudah dikerjakan dan apa yang masih harus diperjuangkan bagi Fakfak.
Delapan puluh satu tahun setelah Proklamasi, bentuk perjuangan memang berubah. Jika para pendahulu berjuang merebut kemerdekaan, generasi sekarang memiliki tugas untuk mengisinya melalui pendidikan yang lebih baik, layanan kesehatan yang mudah dijangkau, ekonomi yang tumbuh, serta kehidupan masyarakat yang semakin layak.
Hal itu sejalan dengan tema HUT ke-81 RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Menurut Samaun, tema tersebut harus terasa dalam kehidupan warga, bukan berhenti sebagai slogan peringatan nasional.
Di Fakfak, arah itu dibawa melalui visi FAKFAK MEMBARA, Membangun Bersama-sama Rakyat. Pemerintah Kabupaten Fakfak menempatkan pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, ekonomi masyarakat, pertanian, perkebunan, perikanan, UMKM dan pelayanan publik sebagai bagian dari agenda lima tahun ke depan.
Namun, pekerjaan tersebut masih berhadapan dengan sejumlah persoalan. Samaun menyebut stunting, kemiskinan ekstrem, inflasi daerah, pelayanan dasar pendidikan dan ancaman krisis pangan sebagai masalah yang membutuhkan perhatian bersama.
Untuk ketahanan pangan, pemerintah akan terus mendorong gerakan pangan lokal dan Gerakan Tanam Kebun Fakfak. Langkah ini diharapkan memberi ruang bagi keluarga dan kampung untuk menghasilkan pangan dari potensi yang mereka miliki, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar.
Persoalan tersebut, kata Bupati Samaun, tidak bisa diselesaikan pemerintah kabupaten sendirian. Pemerintah distrik dan kampung perlu bergerak bersama masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, perempuan, tenaga pendidik dan kesehatan, pelaku usaha, akademisi, media serta berbagai pihak lainnya.
Dukungan warga menjadi salah satu penentu agar program yang dirancang benar-benar berjalan.
“Semua ini tidak akan berhasil tanpa dukungan penuh dari seluruh masyarakat di Kabupaten Fakfak.”
Masyarakat, menurut dia, bukan hanya penerima hasil. Warga juga memiliki ruang untuk menentukan kebutuhan, mengawasi pekerjaan pemerintah dan menjaga apa yang sudah dibangun.
Semangat bekerja bersama itu erat dengan nilai Satu Tungku Tiga Batu. Samaun mengajak masyarakat menjaga gotong royong dan persaudaraan sebagai kekuatan Fakfak dalam menghadapi berbagai persoalan.
“Mari kita terus menjaga semangat gotong royong, mempererat tali persaudaraan sesuai dengan semangat Satu Tungku Tiga Batu, serta meningkatkan partisipasi aktif dalam pembangunan,” ujarnya.
Nilai tersebut terasa dekat dengan kehidupan masyarakat Fakfak. Ketika persoalan menyentuh keluarga dan kampung, persaudaraan menjadi kekuatan untuk saling membantu dan mencari jalan keluar bersama.
Identitas daerah juga hadir dalam Upacara HUT ke-81 RI di Stadion 16 November. Paskibra Fakfak membawa Formasi Tomang, menghadirkan unsur budaya lokal dalam rangkaian pengibaran Sang Merah Putih.
Formasi itu memperlihatkan bahwa Fakfak dapat bergerak maju tanpa meninggalkan akar budayanya. Adat, budaya dan nilai persaudaraan tetap menjadi bagian dari perjalanan daerah.
Sejumlah agenda seperti Fakfak BISA, Fakfak Cerdas, Fakfak Sehat, Fakfak Menyala, Fakfak Mengalir, Fakfak Kreatif, Fakfak Andalan, Fakfak Serasi dan Fakfak Bersih Kotaku juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan warga di berbagai bidang.
Bagi masyarakat, ukuran keberhasilan bukan pada banyaknya nama program, tetapi pada perubahan yang bisa dirasakan: sekolah yang lebih baik, layanan kesehatan yang mudah, jalan yang layak, usaha yang berkembang dan kebutuhan dasar yang semakin terpenuhi.
Karena itu, dari Karas, Pulau Tiga, Tanjung Besi hingga Wamosan Tanah Rata, Bupati mengajak masyarakat mengambil bagian dalam pekerjaan membangun Fakfak. Semangat 17 Agustus, katanya, perlu dibawa dari lapangan upacara ke rumah, kebun, sekolah, tempat usaha dan kampung masing-masing.
Ajakan itu kemudian dirangkum Bupati Samaun dalam satu pesan:
“Mari kita bekerja dengan niat ikhlas, bangun negeri dan maju bersama-sama untuk perubahan.”
Dari Stadion 16 November Fakfak, pesan itu bermuara pada hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: menjaga persaudaraan, menguatkan kampung dan memastikan kemajuan benar-benar dirasakan masyarakat.
Sebab bagi Fakfak, mengisi kemerdekaan bukan hanya mengenang perjuangan masa lalu, tetapi memastikan generasi hari ini memiliki kehidupan yang lebih baik.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak