
Reporter: Amryn Landupa
INFOFAKFAK.COM, – Anggota Majelis Rakyat Provinsi Papua Barat (MRPB) perwakilan unsur perempuan Kabupaten Fakfak, Irene Temongmere, menyerap tiga keluhan mendasar yang disampaikan warga Kampung Waserat, Distrik Fakfak Timur Tengah, yakni kondisi gedung sekolah yang rusak, belum adanya tenaga kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu), serta keterbatasan akses air bersih.
Tiga persoalan tersebut disampaikan warga saat Irene melakukan penjaringan aspirasi melalui kegiatan Penyaluran Aspirasi dan Pengaduan Masyarakat Adat, Kaum Perempuan, Tokoh Agama, serta Masyarakat Umum di Kampung Waserat, Kamis, 20 Agustus 2026.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan secara langsung berbagai kebutuhan dan kendala yang mereka hadapi sehari-hari. Dari sejumlah aspirasi yang disampaikan, tiga kebutuhan dasar tersebut menjadi persoalan yang dinilai paling mendesak untuk segera mendapat perhatian pemerintah.
Irene mengaku terharu setelah mendengarkan langsung keluhan masyarakat. Baginya, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat dari dekat kondisi dan kebutuhan warga di Kampung Waserat.
“Ada rasa bahagia tapi juga rasa haru ketika mendengar langsung cerita dan keluhan mereka di lapangan,” ujarnya.
Keluhan pertama yang disampaikan warga berkaitan dengan sektor pendidikan. SD YPK Waserat mengalami kerusakan di sejumlah bagian. Meski kondisi bangunan dinilai sudah tidak layak dan berpotensi membahayakan, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung karena belum tersedia pilihan lain bagi siswa dan tenaga pendidik.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan akan perbaikan fasilitas sekolah menjadi salah satu aspirasi penting yang disampaikan warga kepada Irene. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan perhatian agar proses belajar mengajar dapat berlangsung di lingkungan yang aman dan layak.

Keluhan kedua menyangkut pelayanan kesehatan. Kampung Waserat sebenarnya telah memiliki bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu), namun fasilitas tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena belum ada tenaga medis yang ditempatkan secara menetap.
Ketiadaan petugas kesehatan menjadi kendala bagi warga ketika membutuhkan pelayanan medis, terutama dalam kondisi darurat. Warga yang sakit harus menempuh perjalanan ke pusat kota untuk mendapatkan pengobatan dan mengeluarkan biaya transportasi tambahan.
“Kami mohon supaya ada petugas kesehatan yang ditugaskan di Pustu Kampung Waserat. Kasihan masyarakat atau pasien yang butuh pengobatan secepatnya. Mereka tidak perlu menunggu lama dan terbebani biaya untuk ke kota,” tegas Irene.
Sementara itu, keluhan ketiga berkaitan dengan ketersediaan air bersih. Irene menyebut Kampung Waserat tidak memiliki sumber mata air alami yang dapat diandalkan. Karena itu, pembangunan sarana air bersih menjadi kebutuhan pokok yang diharapkan segera mendapat perhatian pemerintah.
Menanggapi tiga aspirasi tersebut, Irene mendorong Pemerintah Kabupaten Fakfak bersama instansi teknis terkait untuk memberikan perhatian dan langkah nyata terhadap kebutuhan dasar masyarakat Kampung Waserat.
Sebagai Anggota Majelis Rakyat Provinsi Papua Barat perwakilan unsur perempuan Kabupaten Fakfak, Irene menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi masyarakat adat dan kaum perempuan di Waserat agar mendapat tindak lanjut dari Pemerintah Kabupaten Fakfak dan instansi terkait.
“Sebagai perwakilan unsur perempuan Kabupaten Fakfak di MRPB, saya berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat terus bersinergi melihat kebutuhan mendasar ini. Semoga apa yang disampaikan hari ini bisa segera ditindaklanjuti demi kesejahteraan warga Waserat,” pungkasnya. ***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak