Reporter: Amryn Landupa
INFOFAKFAK.COM, – Dunia pendidikan tinggi negeri di Kabupaten Fakfak dihebohkan dengan dugaan skandal kekerasan seksual yang mencoreng citra kampus. Kampus Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) yang seharusnya menjadi wadah melahirkan dan mencetak generasi muda berkarakter, justru ternoda oleh ulah oknum pendidiknya sendiri.
Oknum dosen berinisial BD, yang menduduki jabatan strategis sebagai Wakil Direktur I (Wadir I) Polinef, diduga kuat melakukan tindakan terbuka terhadap mahasiswi di lingkungan akademi kampus yang beralamat di Jalan Kadamber tersebut.
Pendidik yang mestinya menjadi pengayom serta teladan akademis bagi para mahasiswa, justru diduga menyalahgunakan kewenangan dan posisinya.
Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun, dugaan perlakuan yang tidak pantas oleh oknum pejabat kampus ini tidak hanya menimpa satu orang. Tak tanggung-tanggung, sedikitnya 8 orang mahasiswi baru yang diduga telah menjadi korban perbuatan tak terpuji tersebut. Oknum tak terduga pelaku disinyalir melakukan tindakan menyimpulkan tindakan fisik tidak sopan terhadap para mahasiswi di lingkungan kampus.
Lambannya penanganan serta ketiadaan respon dan sanksi tegas dari pihak lembaga manajemen dalam mengusut tuntas kasus ini memicu gelombang mengecewakan masyarakat kampus.
Kondisi pembiaran ini mendorong Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Polinef menggelar aksi spontan di kawasan kampus pada Senin, 5 Oktober 2026. Aksi tersebut merupakan bentuk protes keras mahasiswa atas minimalnya komitmen dan ketegasan pimpinan lembaga dalam melindungi anak didiknya sendiri.
Dalam aksi spontan tersebut, BEM Polinef menyampaikan tiga desakan utama yang ditujukan langsung kepada manajemen kampus:
Pencopotan Jabatan: Memberhentikan oknum BD secara tidak hormat dari jabatannya sebagai Wakil Direktur I.
Penonaktifan Dosen: Memunculkan tiba-tiba pelaku dari seluruh kegiatan akademis serta proses mengajar sebagai dosen selama 4 tahun.
Surat Pernyataan: Menuntut tak terduga pelaku membuat surat pernyataan resmi di atas meterai untuk tidak mengulangi tindakan serupa.
Ketiadaan ketegasan lembaga terhadap kasus yang menimpa 8 mahasiswi ini memicu terbukanya rasa aman yang mendalam terkait di lingkungan akademis. Pembiaran ini menimbulkan banyak hal mengenai nasib dan keselamatan ratusan mahasiswi lainnya yang saat ini tengah menempuh pendidikan di Politeknik Negeri Fakfak.
Hingga berita ini diturunkan, keluarga para korban mendesakkan sikap kejelasan serta langkah transparan pimpinan Politeknik Negeri Fakfak untuk segera mengambil tindakan tegas demi menuntaskan kasus ini dan memberikan perlindungan penuh bagi para mahasiswi.
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak
