
Reporter: Amryn Landupa
INFOFAKFAK.COM, – Rangkaian kegiatan Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) III Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Fakfak dilanjutkan dengan agenda Dialog Interaktif Kepemudaan. Acara yang dihelat di Aula RRI Fakfak usai sesi pembukaan ini dihadiri secara antusias oleh para pimpinan dan perwakilan Organisasi Kepemudaan (OKP), unsur pemuda, serta jajaran pengurus KNPI dari 17 distrik.
Dialog interaktif ini menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi gagasan untuk merumuskan arah gerak kepemudaan ke depan. Mengusung tema “Transformasi Pemuda Fakfak, dari Objek Menjadi Aktor Fakfak Membara (Membangun Bersama Rakyat)”, kegiatan ini menyoroti pentingnya penguatan kapasitas serta konsolidasi internal organisasi.
Suasana dialog berlangsung sangat interaktif, dinamis, dan hidup. Hal tersebut terlihat jelas dari tingginya antusiasme serta keseriusan para peserta yang hadir. Dalam sesi tanya jawab, para pemuda dari berbagai OKP dan perwakilan distrik tampak fokus menyampaikan beragam kritikan membangun, saran evaluatif, pandangan kritis, hingga gagasan-gagasan konstruktif terkait peran strategis pemuda dalam mengawal pembangunan daerah dan peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat di Kabupaten Fakfak.
Sejumlah tokoh pemuda hadir sebagai narasumber kunci untuk membedah tantangan dan masa depan KNPI. Ketua OKK DPD KNPI Papua Tengah, Bung Yopi, dalam pemaparannya menekankan bahwa pemuda harus sigap menghadapi dinamika global dan nasional yang terus berubah. Menurutnya, penguatan kapasitas internal secara berjenjang mutlak diperlukan agar kader-kader KNPI memiliki daya saing yang kuat.
Kondisi saat ini menuntut kita kaum muda untuk bersaing dan menggali potensi diri, karena KNPI adalah wadah berhimpun yang besar dan memiliki sejarah panjang dalam mengawal pembangunan, ujar Bung Yopi dalam sesi dialog.
Senada dengan hal tersebut, Mantan Ketua KNPI Fakfak, Bung Razak Rengen, mengajak para kader muda untuk keluar dari paradigma lama dan mengubah posisi pemuda dari yang selama ini kerap diposisikan sebagai objek pembangunan, agar kini bangkit menjadi aktor utama yang aktif. Ia juga menekankan pentingnya sinergisitas yang erat antara KNPI dengan pemerintah daerah.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD KNPI Provinsi Papua Barat, Bung Baso Daeng, menambahkan bahwa konsolidasi total dan penguatan kelembagaan di tingkat distrik hingga kabupaten merupakan kunci utama untuk mengembalikan marwah KNPI.
”KNPI harus hadir sebagai mitra strategi pemerintah daerah, bukan sekadar penonton. Melalui konsolidasi internal yang solid, kita memastikan pemuda Fakfak mampu mengambil peran penting dalam pembangunan daerah,” tegas Bung Baso Daeng di hadapan peserta Rapimpurda.
Melalui dialog interaktif yang sarat akan ide dan gagasan konstruktif ini, para peserta dari 17 distrik dan berbagai OKP di Kabupaten Fakfak diharapkan mampu menyerap materi strategi guna menyusun program kerja ke depan, demi mengembalikan kejayaan dan peran aktif pemuda dalam bingkai pembangunan di tanah Mbaham Matta.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak