
Reporter: Amryn Landupa
INFOFAKFAK.COM,- Kepungan kabut asap pekat dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menerjang wilayah Kabupaten Fakfak kian mengkhawatirkan. Di Kampung Malakuli, ibu kota Distrik Karas, paparan asap tebal pada Senin 5 Oktober 2026 membuat jarak pandang merosot tajam hingga tersisa hanya sekitar 5 meter.
Kondisi kritis ini memicu desakan keras dari Anggota DPRK Fakfak Fraksi PDI Perjuangan, Yoan Clarce Yotlely. Ia meminta Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Kadisdikpora) Kabupaten Fakfak untuk tidak menunda lagi penerbitan keputusan resmi meliburkan aktivitas persekolahan.
Padahal, menyikapi pekatnya asap Karhutla dalam beberapa waktu terakhir, DPRK Fakfak telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan BPBD di ruang sidang DPRK Fakfak pada Jumat 2 Oktober 2026 lalu. RDP tersebut secara khusus membahas opsi peliburan sekolah demi keselamatan anak-anak. Namun hingga awal pekan ini, belum ada surat edaran atau keputusan resmi yang dikeluarkan oleh Kadisdikpora.
Yoan menyayangkan lambatnya tindakan eksekutif, sementara ancaman bahaya di lapangan, seperti yang terjadi di Distrik Karas sudah sangat nyata.
”Jangan sampai ada korban jiwa baru mau ambil tindakan atau perhatian. Ini saja jarak pandang 5 meter sudah tidak bisa dipandang. Sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kecelakaan, baik darat maupun laut,” tegas Yoan Clarce Yotlely kepada Infofakfak.com, Senin 5 Oktober 2026.
Politisi PDI Perjuangan itu menekankan, tebalnya paparan asap Karhutla di wilayah Karas sangat mengancam keselamatan anak-anak saat berangkat sekolah maupun aktivitas transportasi masyarakat lokal.
”Mohon perhatian serius untuk penanganan persoalan cuaca bagi Kampung Malakuli, Distrik Karas,” ujar Yoan.
Ia mendesak Disdikpora Fakfak segera mengeksekusi hasil RDP dengan menerbitkan surat edaran peliburan sekolah sementara waktu demi melindungi keselamatan jiwa dan kesehatan para siswa dari ancaman kabut asap Karhutla.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak