
Reporter: Amryn Landupa
INFOFAKFAK.COM, – Pemerintah Distrik Arguni bersama BP Tangguh dan para mitra kerja menggelar pembahasan rekonstruksi pemasangan anjungan UB-A dan UB-B yang berlangsung di Pos Inap Kampung Taver, Distrik Arguni. Pertemuan ini menjadi ruang koordinasi penting untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan transparan, aman, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
Dalam forum tersebut, Kepala Distrik Arguni, Chaerul S. Fatamasya, S.IP., menegaskan bahwa setiap tahapan pekerjaan harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Hal ini mencakup penjelasan teknis mengenai struktur jacket sebagai pondasi utama anjungan UB-A dan UB-B, yang berfungsi menopang platform operasional di wilayah perairan Arguni.
Lebih lanjut, pemerintah distrik meminta agar perusahaan menjabarkan secara rinci seluruh proses pelaksanaan, mulai dari masa kerja, jalur distribusi logistik, jadwal operasional, hingga potensi aktivitas yang dapat berdampak sementara terhadap lingkungan sekitar. Keterbukaan informasi dinilai penting agar masyarakat dapat memahami situasi di lapangan secara utuh.
Perhatian utama juga diarahkan pada aspek lingkungan dan keberlangsungan aktivitas nelayan. Chaerul S. Fatamasya menekankan perlunya langkah mitigasi yang jelas terkait potensi dampak terhadap laut, termasuk penerapan standar keselamatan kerja, pengelolaan limbah, serta upaya pencegahan pencemaran yang dapat mengganggu ekosistem pesisir.
Selain aspek risiko, pemerintah distrik juga menyoroti peluang manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Kehadiran proyek ini diharapkan membuka lapangan kerja bagi tenaga lokal, memberikan ruang bagi UMKM, serta memperkuat program tanggung jawab sosial perusahaan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga Arguni.
Dalam kesempatan yang sama, ditegaskan pula bahwa manfaat pembangunan harus lebih dahulu dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdampak langsung. Prinsip keadilan sosial menjadi dasar agar kehadiran investasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan warga di lapangan.
Pembahasan juga menyoroti pentingnya penetapan zona aman di sekitar area pemasangan anjungan. Informasi mengenai radius keselamatan harus disosialisasikan secara jelas kepada para nelayan untuk menghindari risiko kecelakaan serta menjaga kelancaran aktivitas pelayaran di wilayah perairan Arguni.
Sebagai tindak lanjut, Kepala Distrik Arguni, Chaerul S. Fatamasya, S.IP., meminta perangkat distrik dan para kepala kampung untuk aktif menjadi penghubung komunikasi antara masyarakat dan pihak perusahaan. Ia juga mendorong pembentukan tim kecil lintas unsur yang bertugas melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Di sisi lain, perusahaan diminta menyediakan kanal pengaduan atau posko informasi yang mudah diakses masyarakat. Hal ini dinilai penting untuk memastikan setiap masukan, keluhan, maupun aspirasi warga dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Kepala Distrik Arguni, Chaerul S. Fatamasya, S.IP., juga menekankan pentingnya keterlibatan tenaga kerja lokal, khususnya putra-putri asli Fakfak, dalam setiap peluang kerja yang tersedia sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan.
Menutup kegiatan tersebut, ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga komunikasi yang baik, memastikan keamanan wilayah laut, serta mendukung investasi yang berjalan seimbang dengan kepentingan masyarakat.
“Pembangunan harus berjalan, tetapi keselamatan masyarakat dan kelestarian laut tetap menjadi prioritas utama. Dengan kerja sama semua pihak, kita berharap kegiatan ini membawa manfaat jangka panjang bagi Distrik Arguni,” ujarnya.
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak