
Fakfak_ Kepala Kejaksaan Negeri Fakfak, Rilke Jefry Huwae, SH. MH., mendukung kelanjutan pembangunan Bandara Siboru, yang digadang-gadang sebagai bandara internasional di Kampung Siboru, tersebut.
Menurut Kajari, Fakfak memang membutuhkan bandara yang representatif, guna menunjang perkembangan pembangunan di masa mendatang.
“Kita berpikir jauh kedepan. Menurut saya, dana APBN yang sedianya dipakai untuk memperpanjang landasan pacu di Bandara Torea itu, sebaikannya digunakan untuk subsidi pembelian tiket pesawat saja, sehingga langsung mengena sasaran,” ujar Kajari. “Dengan dana APBD sekian milyar tersebut, akan dapat mensubsidi tiket pesawat sekitar 1,5 tahun. Apalagi, saat ini harga tiket luar biasa tinggi. Ke Ambon saja, yang biasanya 1,3 juta, kini sudah 2,3 juta. Bandara Torea sudah sulit berkembangnya” lanjutnya.
Dengan pembangunan Bandara Siboru, maka akan menaikkan kesejahteraan masyarakat sekitar bandara dan diharapkan masyarakat sepanjang jalan menuju bandara pula.
“Dengan perjalanan selama sekitar 1,5 jam, tentu cukup melelahkan. Dengan begitu, di sepanjang perjalanan akan muncul berbagai macam bisnis. Seperti warung, serta bisnis lainnya, termasuk penginapan,” kata Kajari.
Saat ini, soal Bandara Siboru memang tengah turun pamor. Setelah mencukur hutan di lokasi rencana bandara, kabar Bandara Siboru cukup lama tidak terdengar.
Sedangkan progress Bandara Torea yang direncanakan akan ditambah panjang landasan pacunya, hingga kini masih berkutat di jalan lingkar yang nantinya sebagai jalan tambahan menuju bandara. Belum nampak aktivitas pembangunan lainnya. (wah)
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak