
Fakfak_ Perhelatan pemilihan bupati periode 2015-2020, jika tidak ada perubahan, masih lebih dari 10 bulan lagi. Namun, suhu politik mulai terasa hangat. Hingga kini, tokoh tokoh yang menyatakan maju sebagai cabup, seluruhnya merupakan wajah lama.
Sebenarnya, ada 1 nama yang juga disebut akan mencoba peruntungannya di kursi Pilbup tahun ini, yakni Abdurrahman. Namun hingga kini, nama itu masih belum muncul dengan tegas.
Menanggapi hal tersebut, Yeremias Tuturop, Wakil Ketua Bidang Peradilan Adat pada Dewan Adat Mbaham Matta Kabupaten Fakfak, menegaskan bahwa, dewan adat tetap mensyaratkan agar para cabup mendapatkan rekomendasi dari dewan adat.
“Soal rekomendasi dari dewan adat bagi para cabup, hal itu merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi. Dalam menentukan pemimpin daerah, dewan adat perlu memberikan penilaian, apakah seseorang layak untuk memimpin masyarakat Fakfak ini, atau tidak. Sebab, jangan sampai ketika telah menjadi bupati, justru membelakangi masyarakat adat Fakfak,” ujar Yeremias.
Naiknya suhu politik, bukan hanya di kancah darat atau dunia nyata saja. Di dunia maya, yakni di media sosial facebook, dua orang cabub, saling menyenggol persoalan demokrasi. Salah satu calon mengatakan, atau lebih tepatnya menasehati cabup lain, untuk memberikan kebebasan kepada masyarakat, mengambil peran dalam Pilbup secara santun dan demokratis. (wah)
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak