Breaking News
Home / Fakfak News / SPMB 2026 Dibuka, SLB Negeri Terpadu Fakfak Sesuaikan Penerimaan Siswa karena Keterbatasan Fasilitas

SPMB 2026 Dibuka, SLB Negeri Terpadu Fakfak Sesuaikan Penerimaan Siswa karena Keterbatasan Fasilitas

Plt. Kepala SLB Negeri Terpadu Fakfak, Blandina Pattipi, S.Pd., didampingi dua staf saat menjelaskan pelaksanaan SPMB 2026 di ruang kerjanya. Jumat, 19 Juni 2026.

 

Reporter: Amryn Landupa

INFOFAKFAK.COM, – Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Terpadu Fakfak membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 untuk jenjang Taman Kanak-Kanak Luar Biasa (TKLB), Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB). Namun, penerimaan peserta didik baru tahun ini dilakukan dengan penyesuaian berdasarkan kemampuan layanan sekolah akibat keterbatasan fasilitas dan tenaga pendidik.

Plt. Kepala SLB Negeri Terpadu Fakfak, Blandina Pattipi, S.Pd., mengatakan bahwa kebijakan tersebut diambil agar layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) tetap berjalan optimal dan sesuai standar pendampingan yang dibutuhkan.

“Pada tahun sebelumnya jumlah siswa kami mencapai 23 orang. Untuk tahun ajaran 2026 ini, penerimaan kami sesuaikan dengan kapasitas layanan yang tersedia agar setiap anak tetap mendapatkan pendampingan yang maksimal sesuai kebutuhannya,” ujarnya. Jumat, 19 Juni 2026.

Ia menjelaskan bahwa pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus membutuhkan perhatian lebih intensif dibandingkan sekolah umum. Idealnya, satu guru menangani sekitar empat siswa agar proses pembelajaran dan pendampingan dapat berjalan efektif sesuai karakteristik masing-masing anak.

SLB Negeri Terpadu Fakfak yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Papua Barat ini telah memasuki tahun ajaran kedua sejak mulai beroperasi pada 2025. Seiring meningkatnya kebutuhan layanan pendidikan khusus di Kabupaten Fakfak, pihak sekolah terus berupaya meningkatkan sarana dan menambah fasilitas pembelajaran secara bertahap.

Meski pendaftaran masih dibuka, sekolah juga melakukan penyesuaian terhadap jenis ketunaan yang dapat diterima pada tahun ajaran ini karena keterbatasan sarana dan prasarana yang belum sepenuhnya memadai.

“Untuk sementara kami belum dapat menerima peserta didik tuna netra dan tuna ganda karena belum memiliki alat bantu dan fasilitas pendukung yang dibutuhkan. Ke depan, jika fasilitas sudah tersedia, tentu akan kami buka kembali,” jelasnya.

Blandina menegaskan bahwa peserta didik tuna netra membutuhkan alat bantu khusus seperti media braille dan tongkat mobilitas yang saat ini belum tersedia di sekolah.

“Kami harus jujur terhadap kemampuan yang ada. Jika dipaksakan menerima semua jenis ketunaan tanpa kesiapan yang memadai, maka yang dirugikan adalah anak-anak itu sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia SPMB SLB Negeri Terpadu Fakfak mengatakan:

“Kami menyesuaikan penerimaan dengan kemampuan layanan yang ada. Setiap calon peserta didik tetap melalui proses identifikasi awal agar layanan pendidikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak,” ujarnya.

Di sisi lain, pihak Tata Usaha SLB Negeri Terpadu Fakfak menjelaskan bahwa saat ini terdapat tujuh tenaga pendidik aktif di sekolah tersebut. Dari jumlah itu, lima orang guru telah mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) pendidikan khusus untuk meningkatkan kompetensi dalam menangani peserta didik berkebutuhan khusus.

“Ketersediaan tenaga pendidik masih menjadi tantangan tersendiri. Walaupun sudah ada guru yang mengikuti diklat, jumlahnya masih belum ideal untuk seluruh kebutuhan layanan peserta didik,” jelasnya.

Untuk Tahun Ajaran 2026, penerimaan peserta didik dilakukan berdasarkan penyesuaian layanan pada masing-masing jenjang, meliputi TKLB usia 5–6 tahun, SDLB kelas I dan IV, SMPLB kelas I, serta SMALB kelas I dan usia 17 tahun.

Pihak sekolah berharap adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam pengembangan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemenuhan sarana dan prasarana, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta penyediaan fasilitas pembelajaran yang lebih memadai di masa mendatang.

“Kami berharap SLB Negeri Terpadu Fakfak dapat terus berkembang dengan dukungan semua pihak, sehingga layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus semakin baik, merata, dan berkualitas di Kabupaten Fakfak,” tutupnya.***

About Amrin Bro

Check Also

RUPS PT PELNI Tetapkan Perubahan Direksi, Cabang Fakfak Sampaikan Apresiasi

Reporter: Amryn Landupa INFOFAKFAK.COM, – Pemegang saham PT PELNI (Persero) menetapkan perubahan jajaran Direksi dalam ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *