
Reporter: Sri Mariati
INFOFAKFAK.COM, – Dengan iringan doa dan harapan keluarga, sepuluh anak asal Kampung Firma, Distrik Fakfak Tengah, berangkat dari Pelabuhan Fakfak menuju Pondok Pesantren Tafrijul Ahkam di Rangkasbitung, Kamis 18 Juni 2026. Perjalanan tersebut menjadi awal langkah mereka menuntut ilmu demi meraih masa depan yang lebih baik.
Keberangkatan para calon santri dan santriwati ini menggunakan KM Labobar, yang menjadi sarana transportasi utama dari Papua menuju Pulau Jawa. Suasana haru tampak seperti keluarga yang melepas kepergian anak-anak mereka, yang sebagian besar berasal dari keluarga nelayan dan petani sederhana.
Perjalanan pendidikan ini tidak terlepas dari dukungan Kepala Kejaksaan Negeri Fakfak, Toman Epy Lazarus Ramandey, bersama jajaran Kejaksaan Negeri Fakfak. Mereka tergerak membantu setelah mengetahui kondisi ekonomi keluarga para calon santri yang memiliki keterbatasan biaya.
Menurut Kajari Fakfak, bantuan ini berawal dari informasi yang disampaikan oleh Ustadz Najamudin Rahantan mengenai peluang pendidikan di Pondok Pesantren Tafrijul Ahkam. Sebelum memberikan dukungan, pihak kejaksaan terlebih dahulu melakukan pengecekan langsung terhadap fasilitas, sistem pendidikan, hingga jejak jejak lulusan pesantren tersebut.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa pesantren tersebut dinilai layak dan memiliki sistem pembinaan yang baik. Bahkan sejumlah alumninya berhasil melanjutkan karir di berbagai bidang, seperti TNI, guru, hingga tenaga kesehatan.
Tidak hanya membantu biaya keberangkatan, Kejaksaan Negeri Fakfak juga turut memfasilitasi kebutuhan lain, termasuk akomodasi keluarga yang mengantarkan anak-anak ke pelabuhan sebelum keberangkatan.
Di antara sepuluh anak tersebut, terdapat seorang bocah berusia sembilan tahun yang menjadi perhatian khusus. Ia memiliki cita-cita menjadi anggota TNI dan menunjukkan semangat belajar yang tinggi meskipun berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Kajari Fakfak mengaku terharu melihat semangat para anak tersebut. Ia menegaskan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
“Kami hanya ingin membantu anak-anak yang memiliki semangat besar untuk belajar agar tidak terhenti karena kendala biaya,” ujarnya.
Melalui pendidikan di Pondok Pesantren Tafrijul Ahkam, para santri akan menempuh pendidikan formal setara SMP hingga SMA, sekaligus mendapatkan pembinaan karakter dan keagamaan.
Ia berharap para santri dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan kelak kembali untuk membangun daerah asal mereka di Fakfak dan Papua Barat.
Keberangkatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih tumbuh di tengah masyarakat. Sepuluh anak Kampung Firma pun kini memulai perjalanan baru, membawa doa keluarga dan harapan besar untuk masa depan yang lebih baik.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak