Breaking News
Home / Fakfak News / Bunda PAUD Fakfak Ingatkan Bahaya Ketergantungan HP, Ajak Orang Tua Hidupkan Kembali Budaya Mendongeng

Bunda PAUD Fakfak Ingatkan Bahaya Ketergantungan HP, Ajak Orang Tua Hidupkan Kembali Budaya Mendongeng

Bunda PAUD Fakfak, Ibu Nurwidayati Samaun Dahlan, mengajak orang tua membatasi penggunaan HP pada anak usia dini dan membiasakan budaya membaca serta mendongeng untuk mendukung tumbuh kembang anak yang cerdas, kreatif, dan berkarakter.

 

Reporter: Sri Mariati

INFOFAKFAK.COM,- Bunda PAUD Kabupaten Fakfak, Ibu Nurwidayati Samaun Dahlan, mengajak para orang tua untuk lebih bijak dalam memberikan pegangan telepon (HP) kepada anak usia dini. Menurutnya, penggunaan gawai yang berlebihan dapat menghambat perkembangan literasi serta mengurangi minat anak untuk belajar dan membaca.

Pesan tersebut sampaikan saat menghadiri Pelepasan dan Penamatan Peserta Didik PAUD se-Distrik Teluk Patipi Tahun Ajaran 2025/2026, yang berlangsung di Distrik Teluk Patipi, Kamis 18 Juni 2026.

Dalam berbagai hal, Ibu Nurwidayati menekankan pentingnya membangun budaya literasi sejak usia dini melalui kebiasaan membaca buku cerita di lingkungan keluarga.

“Anak usia dini sebaiknya lebih banyak dikenalkan dengan buku cerita daripada HP. Di PAUD memang bukan diajarkan membaca secara formal, tetapi mereka sudah diperkenalkan pada dunia literasi. Jika sejak kecil terbiasa dengan buku, maka anak tidak akan bergantung pada telepon genggam,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa mengurangi ketergantungan anak terhadap HP bukanlah hal yang mudah. Namun, menurutnya, perubahan kebiasaan harus dimulai dari rumah dengan pendekatan yang penuh kasih dan pengertian.

“Anak-anak perlu diberikan pemahaman secara bertahap. Jangan dengan paksaan, tetapi dengan cara yang baik dan menyenangkan agar mereka terbiasa melakukan aktivitas yang lebih bermanfaat,” katanya.

Selain membatasi penggunaan gawai, Ibu Nurwidayati juga mengajak para orang tua untuk kembali menghidupkan budaya mendongeng kepada anak sebelum tidur. Kebiasaan sederhana tersebut dinilai memiliki manfaat besar bagi perkembangan emosional, bahasa, dan imajinasi anak.

“Jangan biasakan anak tidur ditemani HP. Mari kita kembali mendongeng seperti yang dilakukan orang tua kita dahulu. Ceritakan kisah-kisah menarik dengan bahasa yang sederhana agar anak senang mendengarkan dan berimajinasi,” pesannya.

Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai tempat pertama anak belajar mengenal kehidupan.

Pada kesempatan itu, Bunda PAUD juga menerima sejumlah aspirasi dari masyarakat terkait penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Aspirasi tersebut antara lain meliputi kebutuhan seragam peserta didik, alat permainan edukatif, hingga peningkatan kesejahteraan guru PAUD.

Ibu Nurwidayati menegaskan komitmennya untuk menggalang berbagai kebutuhan tersebut agar dapat ditindaklanjuti bersama perangkat daerah dan instansi terkait.

“Saya akan mengawali aspirasi ini semampu saya. Tugas saya bukan hanya hadir dalam kegiatan seperti ini, tetapi juga memastikan kebutuhan masyarakat dapat diteruskan ke dinas terkait untuk diperjuangkan bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa selain mengemban amanah sebagai Bunda PAUD Kabupaten Fakfak, ia juga menjabat sebagai Ketua TP PKK, Ketua Tim Pembina Posyandu, serta Ketua Dekranasda Kabupaten Fakfak.

Melalui berbagai peran tersebut, ia terus berupaya mendorong penguatan pembangunan keluarga, peningkamasyarakat, hingga pengembangan sektor ekonomi kreatif daerah melalui UMKMtan layanan kesehatan, kerajinan batik khas Fakfak, kuliner lokal, dan berbagai produk unggulan lainnya.

“Kita ingin produk-produk Fakfak semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga nasional. Oleh karena itu, pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif harus terus digalakkan,” ujarnya.

Menutup Sambutannya, Ibu Nurwidayati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung tumbuh kembang anak usia dini melalui pola asuh yang positif, budaya membaca yang kuat, serta sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah.

“Anak-anak yang kita lepas hari ini adalah generasi penerus Fakfak. Mereka harus tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak baik, dan mampu bersaing di masa depan. Oleh karena itu, mari kita jaga dan didik mereka bersama-sama,” tutupnya.

Kegiatan pelepasan peserta didik PAUD se-Distrik Teluk Patipi tersebut berlangsung meriah dan penuh haru. Acara yang menampilkan para guru PAUD, orang tua murid, tokoh masyarakat, serta pemerintah yang distrik juga memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Fakfak.***

About Amrin Bro

Check Also

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Fakfak Sisir Usaha hingga Rumah Tangga

  Reporter: Amryn Landupa INFOFAKFAK.COM, – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Fakfak memulai pelaksanaan Sensus ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *