
Reporter: Sri Mariati
INFOFAKFAK.COM, – Bunda PAUD Kabupaten Fakfak, Ibu Nurwidayati Samaun Dahlan, menekankan pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan kualitas generasi masa depan. Selain itu, ia juga mengingatkan para orang tua agar lebih bijak dalam mengawasi penggunaan telepon genggam (HP) oleh anak-anak.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri acara Pelepasan Siswa-Siswi PAUD Bakeko bertema “Salam Cinta Anak Indonesia” yang berlangsung di Kampung Bakeko, Kabupaten Fakfak.
Dalam sambutannya, Ibu Nurwidayati memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam memajukan pendidikan anak usia dini, mulai dari pendiri dan pengelola PAUD, tenaga pendidik, pemerintah kampung, tenaga kesehatan, hingga para orang tua yang terus mendampingi tumbuh kembang anak-anak.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pendiri dan pengelola PAUD Bakeko yang telah berjuang mempertahankan lembaga pendidikan ini hingga terus berkembang dan melahirkan generasi-generasi penerus yang berkualitas,” ujarnya. Senin, 15 Juni 2026.
Sebagai Bunda PAUD Kabupaten Fakfak, ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung keberadaan dan pengembangan seluruh lembaga PAUD di daerah tersebut.
Menurut Ibu Nurwidayati, masih terdapat anggapan di sebagian masyarakat bahwa anak tidak perlu mengikuti PAUD karena nantinya akan tetap melanjutkan pendidikan ke sekolah dasar. Namun, pandangan tersebut dinilai sudah tidak sesuai dengan kebutuhan pendidikan saat ini.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam membangun dasar kehidupan anak, mulai dari pembentukan karakter, penanaman nilai keagamaan, kedisiplinan, kemampuan bersosialisasi, hingga kesiapan memasuki lingkungan belajar yang lebih formal.
“Pada masa usia dini, anak berada pada fase emas pertumbuhan dan perkembangan. Di usia inilah mereka lebih mudah menerima ilmu pengetahuan dan nilai-nilai positif yang akan menjadi bekal dalam kehidupannya kelak,” jelasnya.
Menurutnya, karakter yang kuat tidak terbentuk secara instan, melainkan harus ditanamkan sejak usia dini melalui proses pendidikan yang tepat dan berkelanjutan.
Selain menyoroti pentingnya PAUD, Ibu Nurwidayati juga memberikan perhatian khusus terhadap penggunaan gawai di kalangan anak-anak. Ia mengingatkan agar orang tua tidak menjadikan HP sebagai sarana utama untuk menenangkan anak tanpa pengawasan.
“Anak boleh mengenal teknologi, tapi harus dengan pendampingan orang tua. Jangan sampai anak bermain HP berjam-jam tanpa kontrol. Orang tua harus mengetahui apa yang ditonton dan dimainkan oleh anak,” tegasnya.
Ia menilai penggunaan gawai yang berlebihan berpotensi mengganggu perkembangan sosial, emosional, serta kemampuan belajar anak. Terlebih lagi, fenomena berkurangnya interaksi dalam keluarga akibat kesibukan masing-masing anggota keluarga dengan perangkat digital menjadi perhatian tersendiri.
“Sering kali saat berkumpul bersama keluarga, ayah memegang HP, ibu memegang HP, dan anak juga memegang HP. Kebiasaan seperti ini perlu dikurangi agar komunikasi dan kedekatan dalam keluarga tetap terjaga,” katanya.
Oleh karena itu, ia mengajak para orang tua untuk lebih aktif mendampingi anak, membatasi durasi penggunaan gawai, serta memperbanyak aktivitas belajar dan bermain yang bersifat edukatif.
Menutup Sambutannya, Ibu Nurwidayati menegaskan bahwa masa depan Kabupaten Fakfak dan bangsa Indonesia sangat bergantung pada kualitas generasi muda yang saat ini sedang tumbuh dan berkembang.
“Generasi penerus bangsa dimulai dari anak-anak usia dini yang ada di hadapan kita hari ini. Mari kita menjaga, mendidik, dan mencerahkan mereka dengan penuh kasih sayang agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan menipu,” tutupnya.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak