Breaking News
Home / Fakfak News / Ekonomi / Mangrove Jangan Hanya Dipandang, Harus Menghasilkan! Ketua PKK Fakfak Siap Jembatani Pemuda dan Pemerintah

Mangrove Jangan Hanya Dipandang, Harus Menghasilkan! Ketua PKK Fakfak Siap Jembatani Pemuda dan Pemerintah

 

Ketua TP PKK Fakfak, Ibu Nurwidayati Samaun Dahlan, mendorong pengembangan mangrove yang tidak hanya lestari, tetapi juga bernilai ekonomi melalui inovasi pemuda dan kolaborasi dengan pemerintah. Sabtu, 20 Juni 2026.

 

Reporter: Sri Mariati

INFOFAKFAK.COM, – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Fakfak, Ibu Nurwidayati Samaun Dahlan, menegaskan komitmennya untuk menjadi jembatan antara pemuda dan pemerintah dalam mendorong pengembangan ekowisata mangrove yang produktif dan bernilai ekonomi bagi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri Workshop Pemberdayaan Pemuda dalam Pengembangan Ekowisata Mangrove Berbasis Daerah Aliran Sungai (DAS) di Pesisir Kampung Air Besar, Distrik Fakfak Tengah, 20 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Ibu Nurwidayati menilai potensi wisata mangrove di Fakfak sangat besar dan dapat bersaing dengan daerah wisata lain di Indonesia jika dikelola secara serius dan berkelanjutan.

“Potensinya luar biasa. Kalau dikelola dengan baik, saya yakin tidak kalah dengan daerah lain. Mangrove jangan hanya dipelihara lalu setiap hari kita lihat masih ada atau tidak. Harus ada nilai tambah yang bisa memberikan manfaat ekonomi bagi,” tegas masyarakat.

Ia menekankan bahwa pelestarian mangrove harus berjalan seiring dengan pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis masyarakat. Menurutnya, pemuda perlu didorong untuk berinovasi dalam memanfaatkan kawasan mangrove sebagai destinasi wisata edukasi sekaligus sumber penghasilan.

Beberapa potensi yang dapat dikembangkan antara lain usaha tambak kepiting, budidaya ikan dan udang, hingga pengolahan hasil mangrove menjadi produk bernilai jual tinggi.

Dalam sesi diskusi, salah satu peserta, Ilda Wagab, mengusulkan pengolahan buah mangrove menjadi berbagai produk makanan dan kerajinan. Menyanggapi hal tersebut, Ibu Nurwidayati memberikan apresiasi dan menyebut ide tersebut sangat potensial untuk dikembangkan.

“Itu ide yang sangat bagus. Saya akan sampaikan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Ternyata mangrove memiliki banyak manfaat, bisa diolah menjadi makanan, kue, sabun, bahkan berbagai produk bernilai ekonomi lainnya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa hasil lokakarya tidak boleh berhenti sebatas diskusi, tetapi harus menghasilkan program nyata yang dapat diwujudkan bersama.

“Hasil dari workshop ini harus ada tindak lanjutnya. Jangan hanya selesai di ruangan ini lalu hilang begitu saja. Yang saya inginkan adalah bukti dan tindakan nyata,” katanya disambut tepuk tangan peserta.

Selain itu, Ibu Nurwidayati membuka ruang komunikasi bagi para pemuda untuk menyampaikan berbagai ide maupun kendala yang menghadang dalam pengembangan potensi daerah.

“Saya siap menjadi penengah dan jembatan bagi pemuda dengan pemerintah. Yang penting pemuda harus punya ide, gagasan, dan inovasi yang bisa diperjuangkan bersama,” tegasnya.

Ia juga berkomitmen akan mengawali hasil rekomendasi lokakarya agar dapat ditindaklanjuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Pariwisata, Dinas Perikanan, dan instansi teknis lainnya.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemuda menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan berbasis kampung.

“Semua harus berjalan bersama agar program ini berhasil,” tambahnya.

Lokakarya tersebut juga menghadirkan perwakilan Dinas Pariwisata, Dinas Kehutanan, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Fakfak.***

About Amrin Bro

Check Also

Kapolres Fakfak Cup 2026 Jadi Ajang Perkuat Soliditas Personel, Bagops Juara Turnamen Badminton

  Pewarta: Amryn Landupa INFOFAKFAK.COM, – Polres Fakfak menggelar Internal Tournament Badminton Kapolres Fakfak Cup ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *