Breaking News
Home / Headline / Jangan Abaikan PAUD, Bunda PAUD Fakfak Sentil Rendahnya Honor Guru dan Keterbatasan Fasilitas

Jangan Abaikan PAUD, Bunda PAUD Fakfak Sentil Rendahnya Honor Guru dan Keterbatasan Fasilitas

 

Bunda PAUD Fakfak, Ibu Nurwidayati Samaun Dahlan, menyoroti rendahnya honor guru dan keterbatasan fasilitas saat mengunjungi PAUD Mahkota Kampung Porum. Sabtu, 20 Juni 2026.

 

Reporter: Sri Mariati

INFOFAKFAK.COM, – Rendahnya guru kehormatan dan batasan fasilitas pendidikan anak usia dini menjadi Bunda sorotan PAUD Kabupaten Fakfak, Ibu Nurwidayati Samaun Dahlan, saat menghadiri acara pelepasan dan pelepasan peserta didik PAUD Mahkota Kampung Porum Tahun Ajaran 2025/2026 di Kampung Porum. Sabtu, 20 Juni 2026.

Kehadiran Bunda PAUD Kabupaten Fakfak menjadi perhatian masyarakat setempat. Di tengah kondisi sekolah yang masih membutuhkan perhatian serius, ia hadir langsung untuk memberikan motivasi kepada para guru, orang tua, dan peserta didik.

Mengusung tema “Ilmu yang Diperoleh Mendapat Ridho dari Allah SWT dan Bermanfaat untuk Masa Depan”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menekankan pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai landasan terbentuknya generasi masa depan.

Dalam Perayaannya, Ibu Nurwidayati menyoroti kondisi kesejahteraan guru PAUD setelah menerima informasi bahwa kehormatan tenaga pendidik di sekolah tersebut hanya sekitar Rp150 ribu.

“Saya sangat terpukul mendengar kondisi ini. Guru PAUD memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak kita. Persoalan ini akan menjadi perhatian dan akan kami tindak lanjuti untuk pembenahan ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan anak usia dini masih sering dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat yang menganggap anak tidak perlu mengikuti PAUD dan dapat langsung masuk ke sekolah dasar.

Padahal, kata dia, anak-anak yang mengikuti PAUD memiliki bekal dasar yang sangat penting sebelum memasuki pendidikan formal.

“Mungkin masih ada yang berpikir kenapa harus masuk PAUD, kenapa tidak langsung SD saja. Padahal sangat berbeda. Di PAUD anak-anak dikenalkan dengan guru, warna, lingkungan belajar, pendidikan agama, etika, sopan santun, dan berbagai hal mendasar yang akan membentuk karakter mereka,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa usia satu hingga lima tahun merupakan masa emas perkembangan anak yang tidak boleh diabaikan.

“Anak usia dini sangat cepat menyerap pelajaran dan nilai-nilai yang diajarkan. Ketika mereka sudah lebih besar, proses pembentukan karakter akan menjadi lebih sulit. Karena itu pendidikan usia dini sangat penting,” katanya.

Lebih lanjut, Ibu Nurwidayati menegaskan bahwa anak-anak saat ini merupakan calon penerus pembangunan Kabupaten Fakfak di masa mendatang.

“Kelak bukan kita lagi yang membangun Fakfak. Anak-anak inilah yang akan melanjutkan pembangunan daerah ini. Karena itu kita harus memberikan dasar yang baik sejak usia dini,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan para orang tua agar lebih bijak dalam memberikan telepon genggam kepada anak-anak. Menurutnya, penggunaan gawai yang tidak terkontrol dapat berdampak pada tumbuh kembang dan proses belajar anak.

“Saya mohon kepada bapak dan ibu, penggunaan HP untuk anak-anak harus dibatasi dan dilindungi. Jangan sampai waktu mereka habis hanya untuk bermain HP. Anak-anak harus lebih banyak belajar, bermain, membaca, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh orang tua untuk membangun budaya literasi di lingkungan keluarga dengan membiasakan anak gemar membaca dan mendengarkan cerita sejak usia dini.

Menurutnya, setiap PAUD idealnya memiliki pojok baca atau pondok membaca sebagai sarana menumbuhkan minat baca anak-anak.

“Setiap sudut PAUD harus ada pondok membaca. Anak-anak harus dibiasakan dekat dengan buku sejak kecil agar mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berwawasan,” ujarnya.

Ibu Nurwidayati mengaku senang bisa hadir langsung di Kampung Porum meski kondisi sekolah masih sangat sederhana. Menurutnya, sekolah-sekolah seperti inilah yang perlu mendapat perhatian lebih besar dari pemerintah.

“Saya sangat ingin hadir di PAUD-PAUD yang masih sederhana dan membutuhkan perhatian serius. Kehadiran saya di sini untuk melihat langsung kondisi yang ada dan mendengar kebutuhan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kampung Porum menyampaikan penghargaan dan rasa hormat atas kehadiran Bunda PAUD Kabupaten Fakfak yang telah meluangkan waktunya untuk melihat langsung kondisi pendidikan di kampung tersebut.

Ia berharap perhatian yang diberikan dapat menjadi motivasi bagi tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat untuk terus mendukung pengembangan pendidikan anak usia dini di Kampung Porum.***

About Amrin Bro

Check Also

Kapolres Fakfak Cup 2026 Jadi Ajang Perkuat Soliditas Personel, Bagops Juara Turnamen Badminton

  Pewarta: Amryn Landupa INFOFAKFAK.COM, – Polres Fakfak menggelar Internal Tournament Badminton Kapolres Fakfak Cup ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *