
Reporter: Sri Mariati
Bogor, INFOFAKFAK.COM, – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Bulan Bintang (PBB), menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bela Negara bagi kader dan anggota legislatif seluruh Indonesia. Kegiatan yang dipusatkan di Pusdiklat Bela Negara, Cibodas, Kota Bogor, berlangsung selama empat hari, mulai 21 hingga 24 September 2025.
Gelombang pertama sebanyak 141 anggota DPRD dari tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota, termasuk Wakil Ketua DPRK Fakfak, yang juga adalah Ketua DPC PBB Fakfak, Abdul Rahman, SP, juga ikut serta dalam pelatihan ini. Abdul Rahman menyatakan bahwa Diklat ini menjadi pengalaman berharga karena secara serius menanamkan nilai-nilai Pancasila.
“Inilah pertama kali kami mengikuti Diklat Bela Negara yang secara serius menanamkan nilai-nilai karakter, kecintaan kepada tanah air, dan keyakinan dalam menjalankan tugas berdasarkan Pancasila. Bahkan, para pelatih berasal dari unsur militer sehingga disiplin dan aturan negara benar-benar kami rasakan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengalaman ini menjadi bekal penting bagi kader PBB di seluruh Indonesia, khususnya yang duduk di kursi legislatif, untuk memahami fungsi dan memohon sebagai wakil rakyat.
“Kami di Papua Barat menghadapi banyak masalah pembangunan berkelanjutan. Melalui diklat ini, kami mengajarkan bagaimana berkomunikasi, menyerap aspirasi masyarakat, lalu memperjuangkannya secara tepat kepada pemerintah,” lanjutnya.
Menurutnya, pemaksaan mental dan wawasan kebangsaan sangat relevan di tengah dinamika politik dan pembangunan nasional saat ini. PBB, kata dia, ingin memastikan seluruh kadernya memiliki komitmen yang kuat menjaga keutuhan NKRI hadir sebagai solusi bagi permasalahan masyarakat.
Ketua Umum dan Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang, Gugum Ridho Putra dan Yuri Kemal Abdullah, menekankan kepada seluruh anggota legislatif partai PBB, bahwa Diklat Bela Negara dan Serap Aspirasi masyarakat untuk diperjuangkan sebagai komitmen pembangunan nasional dan daerah, sebagai bentuk dukungan Partai PBB kepada pemerintah Prabowo dan Gibran.
Diklat Bela Negara ini diharapkan menjadi tradisi baru PBB untuk terus membekali kadernya dengan semangat patriotisme, kedisiplinan, dan orientasi perjuangan politik yang berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak
