
Reporter: Amryn Landupa
INFOFAKFAK.COM, – Dinas PUPR2KP Fakfak terus berupaya meningkatkan layanan persampahan di berbagai wilayah, meski masih menghadapi keterbatasan armada pengangkut dan minimnya Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
Kondisi tersebut membuat layanan belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah, terutama wilayah yang letaknya jauh dari pusat kota. Saat ini, transportasi sampah masih diprioritaskan pada kawasan yang memiliki akses jalan yang memadai dan dekat dengan jalur operasional.
Kabid Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Dinas PUPR2KP Fakfak, Dikson Iha, S.Sos., MM, menyebut keterbatasan armada menjadi kendala utama di lapangan.
“Armada kami masih terbatas, sehingga belum semua wilayah bisa terlayani secara maksimal. Untuk sementara kami fokus pada wilayah yang bisa dijangkau terlebih dahulu,” ujarnya.
Meski demikian, perluasan layanan tetap dilakukan secara bertahap. Mulai tanggal 7 Juli 2026, pengangkutan sampah direncanakan masuk ke Distrik Fakfak Tengah, khususnya Kampung Nemiwikarya dan Kampung Uni Pokpok. Sementara untuk Distrik Pariwari, Kampung Sekban dan Kampung Sekru masih dalam tahap perencanaan lanjutan.
Kabid tersebut juga mendesak pentingnya ketersediaan TPS dalam mendukung efektivitas pelayanan. Saat ini memikirkan koordinasi dengan pemerintah distrik dan kelurahan untuk menentukan titik-titik TPS sementara yang nantinya akan dilengkapi fasilitas transportasi.
“Kalau TPS sudah tersedia, transportasi akan lebih efektif karena petugas langsung mengambil dari titik yang ditentukan,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di ruang-ruang publik.
Sejumlah lokasi seperti Taman Ruang Terbuka Hijau (RTH) KH Ma’ruf Amin Fakfak, Taman Satu Tungku Tiga Batu, serta kawasan Jalan Reklamasi hingga Tanjung Wagom yang menjadi pusat aktivitas pedagang buah seperti durian, menjadi perhatian dalam pengelolaan kebersihan.
Masyarakat diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mengumpulkannya secara sembarangan di tempat yang telah disediakan agar memudahkan petugas dalam transportasi.
“Ruang publik adalah milik bersama, sehingga kebersihannya juga menjadi tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga mendorong optimalisasi retribusi sampah dari pasar dan pelaku usaha untuk memperkuat layanan kebersihan, termasuk perawatan armada dan pengembangan TPS.
Dengan berbagai langkah tersebut, Dinas PUPR2KP Fakfak menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan persampahan secara bertahap, seiring penguatan sarana dan peningkatan kesadaran masyarakat.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak