Home / Fakfak News / Kesehatan / Mendengkur Sudah Pasti Sleep Apnea? Baca penjelasan Ahli

Mendengkur Sudah Pasti Sleep Apnea? Baca penjelasan Ahli

Ilustrasi seseorang sedang medengkur saat tidur. (foto: Ist)

 

Penulis : Jojie G Matitaputty
INFOFAKFAK.COM_ Sleep apnea dan mendengkur atau ngorok adalah dua kondisi yang berhubungan dengan gangguan pernapasan saat tidur, tetapi memiliki perbedaan.  Sleep apnea terjadi ketika ada henti napas atau penurunan aliran udara yang signifikan selama tidur, sedangkan mendengkur terjadi ketika ada vibrasi jaringan lunak di tenggorokan saat udara melewati saluran udara yang sempit saat tidur.

dr. Andreas Prasadja, RPSGT. mengatakan, mendengkur dianggap merupakan hal yang biasa, namun akibatnya bisa jadi luar biasa.

“Mendengkur merupakan gejala utama obstructive sleep apnea atau disingkat OSA. OSA adalah penyempitan saluran napas atas saat tidur. Penyempitan ini menyebabkan getaran pada bagian-bagian lunak saluran napas sehingga menghasilkan suara ngorok,” ujarnya seperti yang dikutip pada medcom.id, Minggu, 2 Juli 2023.

Lebih jauh ia menjelaskan,  “Dengan semakin melemasnya otot-otot lidah, menyebabkan lidah terjatuh dan menyumbat saluran napas sehingga terjadi henti napas atau dalam bahasa medis apnea. Akibat hal tersebut, pertukaran oksigen dan karbondioksida sewaktu tidur jadi tidak efektif,” papar dokter spesialis permasalahan tidur ini.

Namun menurutnya, tidak semua orang yang mendengkur sudah pasti menderita sleep apnea. Untuk mendiagnosanya, seorang yang sering mendengkur harus menjalani overnight sleep study untuk direkam dan diamati semalam penuh selama tidur untuk melihat gelombang otak, tegangan otot, gerakan bola mata, suara dengkuran, posisi tidur, aliran panas, pergerakan napas, denyut jantung, kadar oksigen dalam darah hingga pergerakan kaki,” jelas dr. Andreas.

Dalam dunia kesehatan tidur, gangguan dalam tidur atau sleep illness bisa diatasi dengan beberapa cara.

“Setiap orang berbeda kasusnya. Tidak semua orang yang mendengkur perlu melakukan pemeriksaan melalui sleep laboratory. Ada yang hanya perlu konsultasi saja dan pemeriksaan berkelanjutan. Namun yang paling harus diperhatikan dengan lebih serius adalah jika seseorang sudah tidur mendengkur dengan henti napas (sleep apnea),” lanjut dokter berkacama ini.

Melanjutkan penjelasan tersebut, dokter spesialis kesehatan tidur atau smonologi ini mengatakan, “Jika ini terjadi, maka perlu dilakukan bantuan dengan berkonsultasi, observasi melalui sleep laboratory dan menggunakan Continuous Postitive Airways Pressure (CPAP) untuk mengurangi dengkuran dan sleep apnea kala tidur,” pungkas dr. Andreas.

Gambaran umum Angka Kasus  Sleep Apnea Di Dunia

Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang cukup umum di seluruh dunia. Namun, angka kasus sleep apnea dapat bervariasi tergantung pada populasi yang diteliti dan faktor-faktor lainnya. Berikut ini adalah beberapa informasi umum tentang kasus sleep apnea di dunia
1. Prevalensi: Prevalensi sleep apnea di dunia diperkirakan cukup tinggi. Menurut perkiraan Global Burden of Disease Study pada tahun 2020, diperkirakan sekitar 936 juta orang dewasa di seluruh dunia menderita sleep apnea yang ringan hingga berat;
2. Variasi Geografis: Prevalensi sleep apnea dapat bervariasi secara geografis. Beberapa studi menunjukkan bahwa sleep apnea lebih umum terjadi di Amerika Utara dan Eropa daripada di wilayah Asia atau Afrika. Namun, dengan semakin meningkatnya kesadaran dan diagnosis, jumlah kasus sleep apnea di seluruh dunia terus meningkat;
3. Risiko Populasi: Sleep apnea dapat mempengaruhi berbagai kelompok populasi. Orang dewasa cenderung lebih sering terkena sleep apnea daripada anak-anak. Selain itu, obesitas, faktor genetik, dan kebiasaan hidup yang tidak sehat seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebih dapat meningkatkan risiko mengembangkan sleep apnea;
4. Dampak Kesehatan: Sleep apnea yang tidak diobati dapat memiliki dampak serius pada kesehatan dan meningkatkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke, diabetes, gangguan neurokognitif, dan masalah kesehatan lainnya;

Penting untuk dicatat bahwa, angka dan statistik sleep apnea terus berubah seiring dengan perkembangan penelitian dan perkembangan dalam pemahaman tentang gangguan tidur. ***

 

 

 

 

 

 

 

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Pihir Kassor, Raih Ahli Madya Akupunktur Poltekes Surakarta

  Reporter: Wahyu Hidayat INFOFAKFAK.COM_ Pihir Kassor, yang selama ini dikenal sebagai aktivis sosial dan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *