Home / Headline / Dilarang Mencoblos, JK Lapor Polisi

Dilarang Mencoblos, JK Lapor Polisi

JK protes KPPS
JK protes KPPS

Fakfak_Gara gara tidak mendapat undangan untuk mencoblos di Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat, Yosep Kabes, warga RT 15 Kelurahan Fakfak Utara, mengamuk di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 14, yang berlokasi di halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Kelurahan Fakfak Utara, Distrik Fakfak, Rabu (15/2) pagi.

Yosep memprotes kinerja panitia penyelenggara Pilkada, yang dinilai tidak profesional, hingga mengakibatkan hilangnya hak dirinya sebagai wara negara. Yosep juga merasa tidak puas atas kalimat yang dilontarkan oleh Ketua Kelompok Penyelenggara Pemugutan Suara (KPPS) TPS 14,  Viktor Nurak, yang melarang dirinya mencoblos.

Terhadap larangan itu, Yosep Kabes melaporkan Ketua KPPS TPS 14 ke Mapolres Fakfak dan Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Fakfak, guna diproses hukum maupun peraturan perundang-undangan berlaku.

“Saya warga negara yang punya hak politik dan hak-hak konstitusi yang belum dicabut oleh pengadilan, tapi ada kata-kata ancaman dari ketua KPPS, yang mengatakan, siapa kasi dia (Yosep Kabes) coblos, kita berkelahi,” kata Yosep yang juga pegawai Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Fakfak ini.

Sementara itu, Ketua KPPS TPS 14, Viktor Nurak mengaku, dirinya tidak mengeluarkan kalimat itu. Bahkan, dia sudah meminta maaf, jika dirinya keliru dalam mengeluarkan kalimat yang tidak baik terhadap Yosep Kebes.

“Tadi saya sudah jelaskan kepada Pak Yosep Kabes bahwa, yang memiliki undangan terlebih dahulu melakukan pencoblosan, sedangkan yang menggunakan KTP akan mencoblos jam 12.00 WIT. Namun Pak Yosep tetap ngotot terkait undangan,” kata Viktor.

Terkait persoalan itu, Komisioner Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Fakfak, La Ode Ruslan, ST. menghampiri TPS 14 dan bersama petugas keamanan, meredam situasi yang mengganggu jalannya pencoblosan. Setelah itu, pencoblosan dapat kembali bejalan lancar dan aman, hingga penghitungan suara.

Sedangkan di TPS 8 yang berlokasi di halaman Kantor Bea Cukai Fakfak, Keluarahan Fakfak Selatan, Distrik Fakfak, terjadi peristiwa seseorang yang akan mencoblos di TPS tersebut, dengan menggunakan undangan milik orang lain, atas nama Weid Widya La Miun.

“Saya tidak tahu kalau menggunakan undangan teman saya ini, tidak boleh,” kata Usman beralasan.

Untungnya, niat pemuda yang mengaku berasal dari Bau-Bau bernama La Ode Ahmad Usman ini, berhasil dicegah oleh KPPS dan Ketua RT 11 Kelurahan Fakfak Selatan. Secara kebetulan, salah seorang komisioner Bawaslu sedang berada di TPS tersebut, dan menyelesaikan masalahnya.

 

Reporter : Salter

Editor : Wahyu

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Adian Napitapulu : Sampai Saat Ini Belum Ada Bacawapres Pendamping Ganjar

  Penulis : Jojie G Matitaputty INFOFAKFAK.COM_ Adian Napitapulu Wakil Ketua Koordinator Tim Relawan Pemenang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *