
Pewarta: Amryn Landupa
INFOFAKFAK.COM, – Komandan Kodim (Dandim) 1803/Fakfak Letkol Inf Wahlin Rahman, S.Pd., menghadiri puncak Perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua dan Syukur 1 Tahun Episkopal Uskup Timika yang dipusatkan di Pulau Bonyum, Kampung Brongkendik, Distrik Fakfak Tengah, Kabupaten Fakfak, Sabtu 23 Mei 2026.
Perayaan tersebut menjadi momentum bersejarah sebagai napak tilas perjalanan masuknya misi Katolik di Tanah Papua yang bermula dari Kabupaten Fakfak.
Ribuan umat Katolik dari berbagai wilayah di Tanah Papua turut hadir dalam suasana penuh kegembiraan, persaudaraan, dan kebersamaan. Acara berlangsung penuh rasa syukur.
Kegiatan ini mengusung tema:
“Syukur atas Karya Allah dalam Kristus yang Menghidupkan Iman di Tanah Papua demi Kemuliaan Nama-Nya”
dengan subtema:
“Meneruskan Terang Injil sebagai Gereja yang Hidup, Berakar, dan Memberi Terang demi Kemuliaan Tuhan.”
Turut hadir Uskup Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA., Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Drs. H. Ali Baham Temongmere, M.TP., mewakili Gubernur Papua Barat, Danrem 182/JO Kolonel Inf Irwan Budiana, SE, MM, M.Han., Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., unsur Forkopimda Kabupaten Fakfak, para tokoh agama, tokoh adat, serta ribuan umat Katolik dari berbagai wilayah di Tanah Papua.
Dalam sambutannya, Bupati Samaun Dahlan menyampaikan bahwa perayaan ini bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga bagian dari sejarah panjang peradaban di Tanah Papua.
Menurutnya, Gereja Katolik memiliki kontribusi besar dalam bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan kemanusiaan bagi masyarakat Papua.
Ia juga menegaskan bahwa Fakfak dikenal dengan filosofi “Satu Tungku Tiga Batu” yang menjadi wujud kuatnya kerukunan dan persaudaraan di Tanah Papua.
“Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk saling menopang dalam kedamaian dan persaudaraan,” ujar Bupati
Rangkaian kegiatan diisi dengan ibadah syukur, doa bersama, prosesi adat, serta penampilan budaya Papua. Seluruh rangkaiannya mencerminkan keselarasan antara nilai keagamaan dan budaya lokal.
Senada dengan itu, Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf Wahlin Rahman menyampaikan bahwa kehadiran TNI merupakan bentuk dukungan dalam menjaga keamanan dan memperkuat persatuan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa semangat toleransi harus terus dipelihara sebagai fondasi kehidupan masyarakat di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Fakfak.
“Semangat persaudaraan dan toleransi yang diwariskan para pendahulu menjadi kekuatan utama dalam menjaga perdamaian di Tanah Papua,” ungkapnya.
Melalui perayaan ini, diharapkan nilai kasih sayang, pelayanan, dan persaudaraan terus tumbuh di tengah masyarakat.
Kabupaten Fakfak kembali menegaskan bahwa salah satu pusat sejarah penting masuknya misi Katolik di Tanah Papua sekaligus simbol kuat kerukunan umat beragama yang terus terjaga hingga saat ini.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak