Breaking News
Home / Fakfak News / Perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Fakfak, Uskup Bernardus Serukan Umat Berani Lawan Ketidakadilan di Papua

Perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Fakfak, Uskup Bernardus Serukan Umat Berani Lawan Ketidakadilan di Papua

Uskup Bernardus Bofitwos Baru saat memimpin perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Pulau Bonyum, Fakfak, sekaligus memberdayakan umat untuk berani melawan ketidakadilan di Tanah Papua. Sabtu, 23 Mei 2026.

 

Pewarta: Amryn Landupa

INFOFAKFAK.COM, – Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, mengajak umat Katolik di Tanah Papua berani bersuara melawan ketidakadilan serta menjaga martabat manusia dan kelestarian alam Papua.

Pesan itu disampaikan dalam perayaan syukur 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua yang dipusatkan di Pulau Bonyum, Kampung Brongkendik, Kabupaten Fakfak, Sabtu 23 Mei 2026, yang juga dirangkaikan dengan satu tahun tahbisan episkopal Uskup Bernardus.

Perayaan ini juga menjadi momen refleksi atas perjalanan panjang Gereja Katolik di Tanah Papua, sejak kedatangan Pastor Cornelis Le Cocq d’Armandville, SJ di Kampung Sekru, Fakfak pada tahun 1894, yang menandai awal berkembangnya iman Katolik di Bumi Cenderawasih.

Dalam khotbahnya, Uskup Bernardus menegaskan bahwa Gereja berdiri di atas meneladani iman Rasul Petrus dan Rasul Paulus.

Ia menggambarkan Rasul Petrus sebagai pribadi yang pernah jatuh, namun bangkit kembali dan tetap setia hingga akhir hidupnya.

“Petrus itu berani, sederhana, dan penuh pengorbanan. Ia jatuh, tapi tidak tinggal di dalam kejatuhan itu,” katanya.

Sementara Rasul Paulus menjadi keberanian dalam meninggalkan kenyamanan hidup demi pewartaan Injil.

“Paulus menunjukkan kerja keras, pengorbanan, dan keberanian menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya.

Uskup Bernardus juga menekankan pentingnya persatuan di tengah keberagaman masyarakat Papua.

Ia mengingatkan bahwa perbedaan budaya, bahasa, dan latar belakang tidak boleh menjadi sumber perpecahan.

“Perbedaan itu bukan alasan untuk bermusuhan, tetapi kekayaan yang harus dipersatukan dalam iman dan kasih,” tegasnya.

Bagian yang paling tegas dalam khotbah tersebut adalah seruan agar umat tidak tinggal diam terhadap berbagai bentuk ketidakadilan di Tanah Papua.

Ia menegaskan bahwa umat yang telah dibaptis dipanggil untuk menjadi pembela kehidupan, keadilan, dan keutuhan ciptaan.

“Kita tidak boleh diam ketika keadilan dilanggar dan ketika alam Papua dirusak,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak larut dalam kekuasaan kekuasaan yang dapat merusak hutan serta martabat manusia Papua.

“Jangan takut mengatakan kebenaran. Takutlah hanya kepada Tuhan,” tegasnya.

Pesan itu disampaikan kepada para pemimpin daerah, legislatif, yudikatif, serta tokoh masyarakat yang hadir dalam perayaan tersebut.

Lebih lanjut, Uskup Bernardus mengajak umat untuk menghidupkan kembali semangat para misionaris yang datang ke Papua dengan pengorbanan dan pelayanan.

Menurutnya, para misionaris hidup sederhana dan sepenuhnya mengabdikan diri bagi masyarakat di tengah keterbatasan.

“Mereka datang bukan untuk mencari kenyamanan, tapi untuk melayani,” ungkapnya.

Menutup khotbahnya, Uskup Bernardus mengajak umat menjaga Tanah Papua sebagai tanah yang dianugerahkan Tuhan, termasuk hutan, tanah adat, budaya, dan martabat manusia.

“Tanah Papua adalah tanah yang indah, dan kita semua dipanggil untuk menjaganya,” tuturnya.

Di Pulau Bonyum, suara lagu “Hai Tanahku Papua” menggema ketika umat berdiri bersama, menyatu dalam doa dan tekad menjaga tanah leluhur serta warisan iman Katolik yang telah hidup selama 132 tahun di Bumi Cenderawasih.***

About Amrin Bro

Check Also

Bupati Fakfak Sebut 132 Tahun Misi Katolik Teguhkan Satu Tungku Tiga Batu sebagai Fondasi Persaudaraan Papua

    Pewarta: Amryn Landupa INFOFAKFAK.COM, – Puncak perayaan syukuran 132 Tahun Misi Katolik di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *