
Pewarta: Amryn Landupa
INFOFAKFAK.COM, – Jejak awal misi Katolik di Tanah Papua tercatat bermula di Kampung Sekru, Fakfak, pada 22 Mei 1894. Misi tersebut dibawa oleh Pater Cornelis Le Cocq d’Armandville.
Warga setempat kini mengusulkan agar lokasi bersejarah itu dijadikan monumen. Usulan juga datang dari keluarga besar umat Islam di Sekru. Mereka menilai peristiwa tersebut sebagai bagian dari sejarah bersama masyarakat.
Gagasan itu disampaikan dalam kegiatan Pendalaman dan Kesaksian Iman 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua di Graha Le Cocq d’Armandville, Selasa 19 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi ruang sejarah dan hubungan antarumat refleksia.
Tokoh masyarakat sekaligus imam masjid Sekru, Taip Biarpruga, meminta agar jejak sejarah tersebut tidak hilang.
“Saya Islam, saya imam masjid, tapi saya minta agar umat Katolik membangun monumen di tempat pertama Pastor Le Cocq tiba, supaya generasi kami tetap mengingat sejarah ini,” ujarnya.
Tokoh masyarakat lainnya, Nasar Serkanasa, menjelaskan nama Sekru diyakini berasal dari ungkapan “Secru… Secolarum” yang diucapkan Pater Le Cocq saat pertama kali tiba. Ungkapan itu dimaknai sebagai ucapan terima kasih.
Sebelumnya, wilayah itu dikenal sebagai Mondo Gendik. Nama Sekru mulai digunakan sejak kedatangan misi pada tahun 1894.
Kedatangan kapal misionaris di Sekru awalnya disangka kapal dagang dari Maluku. Namun kemudian diketahui membawa seorang misionaris.
Masyarakat tetap menyambut kedatangan tersebut dengan terbuka, meski tidak ada kesamaan bahasa dan latar belakang.
Catatan sejarah menyebutkan, Pater Le Cocq sempat mengucapkan “Secru… Secolarum” sebelum turun ke daratan. Ungkapan itu dimaknai sebagai rasa syukur atas perjalanan.
Prefektur Apostolik Batavia mencatat, pada tanggal 22 Mei 1894 ia tiba di Pantai Kapaur, Sekru, dan diterima warga setempat.
Ia sempat tinggal di rumah warga dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar.
Dalam 10 hari pelayanan, ia membaptis sekitar 73 orang. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan ke Seram, Kasewui, dan Langgur di Kepulauan Kei.
Kini, Sekru dikenang sebagai titik awal misi Katolik di Papua sekaligus ruang perjumpaan lintas iman yang lahir dari sikap saling menerima.
Warga berharap lokasi tersebut dapat dijadikan monumen agar sejarah tetap terjaga bagi generasi berikutnya.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak