
Pewarta: Amryn Landupa
INFOFAKFAK.COM, – Kegiatan Pendalaman dan Kesaksian Iman 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua resmi dibuka di Kabupaten Fakfak, Selasa 19 Mei 2026, bertempat di Graha Le Cocq d’Armandville Fakfak. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 132 tahun masuknya Misi Katolik di Tanah Papua yang dipusatkan di Fakfak.
Acara pembukaan dibuka secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten Fakfak yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Muhammad Ilham Nurdin, SSTP., M.Si., mewakili Bupati Fakfak.
Kegiatan ini juga diikuti secara langsung maupun berani melalui Zoom Meeting oleh peserta dari berbagai daerah di Tanah Papua, termasuk unsur gereja, tokoh adat, tokoh masyarakat, pelajar, hingga pelajar.
Dalam perayaannya, Muhammad Ilham Nurdin menyampaikan penghargaan dan penghormatan kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk para pendeta dari berbagai keuskupan, suster, frater, serta umat Katolik yang hadir dalam suasana penuh kegembiraan.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan seluruh elemen masyarakat terhadap rangkaian peringatan misi 132 tahun yang dinilai memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat bagi Tanah Papua.
“Pemerintah Kabupaten Fakfak mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mendoakan seluruh rangkaian kegiatan ini agar berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh makna,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Fakfak juga memberikan apresiasi kepada penulis sejarah yang telah menyusun berbagai data dan sumber sejarah perjalanan misi Katolik di Tanah Papua, khususnya di Fakfak.
Menurut pemerintah daerah, karya tersebut bukan sekadar dokumentasi, tetapi menjadi warisan sejarah penting yang akan memperkaya pengetahuan generasi mendatang mengenai perjalanan peradaban di Tanah Papua.
Selain itu, Pemkab Fakfak menegaskan komitmennya untuk mendorong penetapan situs religi masuknya agama Katolik dan Islam di Tanah Papua melalui usulan Surat Keputusan Menteri Kebudayaan yang saat ini masih dalam tahap kajian dan penyusunan naskah sejarah.
Dalam kesempatan tersebut, Ilham juga menegaskan kembali pentingnya filosofi kearifan lokal “Satu Tungku Tiga Batu” sebagai simbol persatuan masyarakat Fakfak yang menggambarkan keharmonisan antara pemerintah, adat, dan agama.
“Nilai ini harus terus dijaga sebagai warisan leluhur melalui semangat saling membantu, saling mendukung, dan saling mendoakan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa dokumentasi sejarah secara ilmiah menjadi sangat penting agar fakta dan nilai sejarah tidak hanya diwariskan secara lisan, tetapi dapat dipelajari secara akademis oleh generasi mendatang.
Mengakhiri Perayaannya, Muhammad Ilham Nurdin resmi membuka kegiatan pendalaman dan penyempurnaan naskah sejarah Misi Katolik di Tanah Papua dengan permohonan penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh keluarga besar Kampung Sekru, anak cucu perintis misi, pelajar SMA YPPK Santo Don Bosco, mahasiswa STKIP Nuuwar Fakfak, tokoh agama, tokoh adat, serta para pendeta dari berbagai keuskupan di Tanah Papua.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan nilai iman, sejarah, dan persatuan masyarakat Papua dalam bingkai keberagaman yang telah lama hidup di Fakfak.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak