
Reporter: Sri Mariati
INFOFAKFAK.COM, – Langkah kaki Ketua TP-PKK Kabupaten Fakfak sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Fakfak, Ibu Nurwidayati Samaun Dahlan, menelusuri jalan kampung sejauh kurang lebih 300 meter menuju TK PAUD Kartika Tomage, Jumat 15 Mei 2026, bukan sekedar kunjungan biasa. Di balik perjalanan sederhana itu, tersimpan potret pilu dunia pendidikan anak usia dini di pelosok Fakfak.
Usai menghadiri kegiatan pencanangan di Distrik Tomage, Ibu Nurwidayati yang didampingi ajudan, Kepala Dinas Kesehatan, Kapus Tomage, serta sejumlah pendamping langsung berjalan kaki menuju lokasi PAUD untuk melihat langsung kondisi pendidikan anak usia dini di wilayah tersebut.
Kedatangan Bunda PAUD disambut hangat oleh kepala sekolah dan para guru dari tujuh lembaga PAUD yang hadir dalam pertemuan tersebut. Namun suasana haru perlahan-lahan memecahkan ruangan ketika satu per satu guru mulai menyampaikan kenyataan pahit yang mereka alami selama ini.
Mulai dari minimnya perhatian yayasan, pendanaan fasilitas belajar, hingga guru kehormatan yang dinilai sangat tidak layak.
“Honor kami sekarang hanya Rp200 ribu per bulan,” ungkap salah satu guru PAUD dengan nada lirih di hadapan Bunda PAUD.
Pernyataan itu langsung secara rahasia mendalam. Para guru mengaku sebelumnya honor sempat berada di angka Rp500 ribu, namun kemudian menurun tanpa kejelasan yang pasti.
Meski hidup dalam keterbatasan, para guru tetap bertahan mengajar dengan penuh semangat demi anak-anak kampung.
Dalam dialog tersebut, kepala sekolah menjelaskan bahwa seluruh PAUD di Distrik Tomage telah membentuk gugus bersama yang rutin melakukan pertemuan setiap bulan untuk membahas program pendidikan, berbagi informasi kegiatan, hingga menyampaikan hasil sosialisasi dari tingkat kabupaten kepada seluruh tenaga pendidik.
“Alhamdulillah gugus kami berjalan dengan baik. Semua lembaga PAUD di Distrik Tomage bergabung menjadi satu. Ada tujuh PAUD yang aktif dan kami pertemuan rutin setiap bulan,” ujar kepala sekolah.
Ia juga menyampaikan bahwa dukungan pemerintah kampung dan Dinas Pendidikan selama ini cukup membantu keberlangsungan pendidikan di wilayah tersebut. Namun persoalan kesejahteraan guru masih menjadi pekerjaan besar yang belum terselesaikan.
Menurutnya, saat Musrenbang kampung berlangsung, persoalan kehormatan guru PAUD juga sempat disampaikan langsung kepada Bupati Fakfak.
“Kami pernah sampaikan ke bapak bupati soal kehormatan guru PAUD. Kami berharap jangan hanya Rp200 ribu karena sebelumnya Rp500 ribu,” katanya.
Kondisi itu membuat Ibu Nurwidayati Samaun Dahlan tampak terpesona. Ia memberikan penghargaan tinggi kepada seluruh guru PAUD yang tetap bertahan mengabdi meski dengan penghasilan yang sangat minim.
Bunda PAUD menilai semangat para guru di kampung merupakan bentuk pengabdian luar biasa yang harus mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun yayasan.
Dalam pertemuan tersebut, Ibu Nurwidayati juga berjanji akan melakukan koordinasi langsung dengan pihak yayasan serta menyampaikan kondisi para guru kepada Bupati Fakfak agar permasalahan kesejahteraan guru PAUD bisa menjadi perhatian bersama.
Menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Fakfak, sehingga para guru PAUD tidak boleh terus berjuang sendiri tanpa dukungan yang memadai.
Di tengah keterbatasan itu, semangat para guru PAUD Tomage justru menjadi cahaya harapan bagi masa depan anak-anak kampung. Dengan kehormatan yang bahkan jauh dari kata cukup, mereka tetap datang mengajar, mendidik, dan menjaga mimpi generasi kecil di ujung negeri.
Dan di hari itu, langkah kaki seorang Bunda PAUD sekolah menuju sederhana di Tomage menjadi Saksi bahwa masih ada suara-suara kecil yang menunggu untuk benar-benar didengar.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak