
Reporter : Annisa Mirandra
INFOFAKFAK.COM, – Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat melalui UPTD KPHP Wilayah VI Fakfak menyelenggarakan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat dalam hilirisasi produk briket arang di Kampung Brongkendik- Hambriangkendik, Distrik Fakfak Tengah, Kabupaten Fakfak, Selasa, 5 Mei 2026. Kegiatan ini melibatkan kelompok tani hutan (KTH), akademisi, serta mahasiswa dari Politeknik Negeri Fakfak.
Pelatihan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari ini diikuti oleh 20 anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Briket Arang. Dalam kegiatan tersebut, peserta berhasil memproduksi briket arang dalam berbagai bentuk, di antaranya model bulat dan kotak dengan ukuran yang sesuai untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kecil seperti warung makan.
Plt. Kepala KPHP XVI Fakfak, Thaib Wasaraka, SE.,M.M, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta selama mengikuti pelatihan. Ia menjelaskan bahwa hasil produksi yang telah dicapai menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut. “Kami sangat berterima kasih kepada kelompok tani hutan yang telah mengikuti pelatihan ini dengan penuh semangat. Produk yang dihasilkan hari ini sudah cukup baik dan memiliki potensi untuk dimanfaatkan secara luas,” ujarnya.
Pelatihan ini turut menghadirkan tenaga pengajar dari Politeknik Negeri Fakfak, termasuk dosen agroindustri, Maryati, S.Pd., M.Si. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan produksi serta peningkatan kualitas produk. “Harapannya, masyarakat dapat konsisten memproduksi briket arang dengan memperbaiki kemasan, memberikan label, dan meningkatkan mutu sehingga dapat dipasarkan tidak hanya di Fakfak, tetapi juga secara nasional hingga ke pasar ekspor,” jelasnya.
Sementara itu, Rafael Temongmere dari KTH Warkamah Briket Arang Kampung Brongkendik Hambriangkendik mengungkapkan rasa syukur atas pelatihan yang telah diberikan. Ia mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru, termasuk penggunaan alat produksi modern. “Awalnya kami bekerja secara mandiri dan sederhana. Hari ini kami mendapat pelatihan, alat, serta sertifikat. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus mengembangkan usaha briket arang,” katanya.
Kepala Kampung Brongkendik, Martinus Kabes, juga menyampaikan bahwa adanya pelatihan ini membawa perubahan signifikan bagi kelompok tani. Dari yang sebelumnya menggunakan metode manual, kini produksi briket arang sudah mulai menggunakan peralatan yang lebih modern dengan hasil yang lebih baik. Meski demikian, ia mengakui masih diperlukan peningkatan kualitas ke depan.
Di sisi lain, perwakilan wanita kelompok, Fransisca, berharap agar pembinaan dari pemerintah tidak berhenti pada pelatihan ini saja. Ia juga mendorong keterlibatan lebih banyak masyarakat, khususnya perempuan, dalam kegiatan produktif tersebut. “Kami berharap ada pendampingan lanjutan. Kami juga ingin mengajak ibu-ibu untuk ikut serta agar lebih memahami manfaat dan peluang usaha dari briket arang,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat berharap dapat mendorong hilirisasi hasil hutan bukan kayu, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta memperkuat ekonomi masyarakat berbasis sumber daya alam secara berkelanjutan.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak