
Reporter: Amryn
INFOFAKFAK.COM,— Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Fakfak, Saleh Hindom, S.K.M., M.P.H., memastikan akan turun langsung ke SD Inpres Dulanpokpok pada Selasa, 27 Januari 2026, untuk meninjau kondisi sekolah sekaligus membuka ruang dialog dengan masyarakat dan pihak sekolah.
Langkah ini dilakukan menyusul informasi terkait pemalangan sekolah yang diterima Saleh pada Senin, 26 Januari 2026, melalui group WhatsApp dan unggahan media sosial. Meski informasi diterima pada hari yang sama, peninjauan lapangan baru dapat dijadwalkan keesokan harinya karena Kepala Disdikpora masih menjalankan agenda kedinasan yang telah terjadwal.
“Informasi pemalangan saya terima pagi hari. Karena masih ada agenda kedinasan yang harus diselesaikan, maka peninjauan ke lokasi kami jadwalkan besok,” ujar Saleh.
Menurut Saleh, kunjungan langsung ke sekolah penting untuk memastikan kondisi nyata di lapangan dan menghimpun seluruh keterangan dari berbagai pihak. Berdasarkan informasi awal, terdapat dua isu utama yang menjadi perhatian, yakni kondisi fisik bangunan sekolah yang mulai memprihatinkan serta persoalan hak ulayat masyarakat adat yang belum terselesaikan secara tuntas.
“Kami akan mendengar langsung penjelasan dari guru dan masyarakat adat. Semua masukan akan kami inventarisir sebagai dasar untuk merumuskan solusi yang tepat,” kata Saleh.
Terkait rencana rehabilitasi gedung sekolah, Saleh menyebutkan bahwa pihaknya masih akan melakukan peninjauan awal sebelum memastikan apakah SD Inpres Dulanpokpok sudah masuk dalam perencanaan program tahun 2026. Apabila belum terakomodasi, pihak Disdikpora akan segera mengomunikasikan persoalan tersebut dengan pimpinan daerah.
“Kondisi ini tidak boleh dibiarkan karena berdampak langsung pada proses pendidikan anak-anak,” tegasnya.
Di tengah dinamika yang terjadi, Saleh menekankan bahwa kegiatan belajar-mengajar tidak boleh terhenti. Pendekatan dialog akan menjadi fokus utama agar hak pendidikan para siswa tetap terjaga.
“Prinsip kami jelas, anak-anak harus tetap belajar. Teknis pelaksanaannya akan kami bicarakan bersama guru dan pemilik hak ulayat,” pungkasnya.
Sementara itu, para siswa SD Inpres Dulanpokpok masih menunggu kepastian terkait ruang belajar yang aman. Harapan akan keberlanjutan pendidikan kini bergantung pada hasil peninjauan lapangan dan langkah lanjutan pemerintah daerah.***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak