
Reporter: Sri Mariati
INFOFAKFAK.COM, – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Fakfak. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Fakfak kini resmi menghadirkan layanan hemodialisa (cuci darah) setelah menjalin kerja sama operasional dengan PT Internusa Jaya Raya.
Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dilakukan pada Rabu, 6 Mei 2026, sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya bagi pasien penderita gagal ginjal.
Direktur RSUD Fakfak, Farid F. Mahubessy, menegaskan bahwa kehadiran layanan ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak masyarakat yang selama ini harus dirujuk ke luar daerah untuk menjalani terapi cuci darah.
“Selama ini, keterbatasan fasilitas membuat pasien harus keluar daerah. Bahkan, kasus kematian akibat gagal ginjal bisa mencapai dua hingga tiga orang setiap bulan. Padahal kondisi ini bisa teratasi jika layanan hemodialisa tersedia,” ungkap Farid.
Hemodialisa sendiri merupakan prosedur medis untuk menggantikan fungsi ginjal dalam penyaringan limbah, racun, serta kelebihan cairan dalam darah. Terapi ini sangat dibutuhkan bagi pasien dengan fungsi ginjal di bawah 15 persen atau yang telah memasuki stadium akhir gagal ginjal.
Dengan hadirnya layanan ini di RSUD Fakfak, masyarakat kini dapat mengakses pengobatan secara lebih dekat, cepat, dan terjangkau, tanpa harus menanggung beban biaya besar maupun tekanan psikologis akibat rujukan ke luar daerah.
“Ini bukan hanya soal layanan kesehatan, tapi juga soal meringankan beban masyarakat. Kami ingin memastikan pasien mendapatkan perawatan yang layak tanpa harus meninggalkan keluarga dalam waktu lama,” tambahnya.
Kerja sama ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Fakfak di bawah kepemimpinan Bupati Samaun Dahlan dan Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik periode 2025–2030, dalam meningkatkan pemerataan layanan kesehatan.
Melalui program unggulan “Fakfak Membara”, pemerintah daerah menitikberatkan pada akses layanan kesehatan yang adil dan merata, termasuk di wilayah dengan batasan fasilitas medis.
Direktur PT Internusa Jaya Raya, Adi Yuanda, bersama Direktur RSUD Fakfak, secara resmi menandatangani perjanjian tersebut, dengan komitmen menghadirkan layanan hemodialisa yang profesional dan berstandar.
Kehadiran fasilitas ini menjadi tidak penting dalam pembangunan sektor kesehatan di Papua Barat. Di tengah tantangan keterbatasan layanan spesialis di wilayah timur Indonesia, langkah ini menunjukkan bahwa daerah mampu berinovasi dan menghadirkan layanan kesehatan yang setara.
Kini, masyarakat Fakfak memiliki harapan baru. Layanan cuci darah yang lebih dekat bukan hanya mempermudah akses pengobatan, tetapi juga berpotensi menyelamatkan lebih banyak nyawa serta meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal.
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak
