
Reporter : Jojie Muskita Matitaputty, Tatag Y R
Editor : Wahyu Hidayat
INFOFAKFAK.COM_ Serapan APBN Trilwulan III Tahun 2022 di Fakfak, mengalami kenaikan dari tiga komponen diantaranya, penerimaan negara yang bersumber dari Penerimaan Perpajakan, Penerimaan Bea Cukai, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Realisasi dari ketiga komponen tersebut, pada Triwulan III Tahun 2022 mencapai Rp 171,088 miliar atau mengalami kenaikan sebesar Rp 28,493 miliar (19.98%) dibandingkan periode Triwulan II Tahun 2022. Hal ini diungkapkan Kepala KPPN Wilayah Fakfak, Yofi Habibie Adnan pada jumpa pers kemarin pada Jumat, 20 Oktober 2022 di ruang rapat KPPN Wilayah Fakfak.
Menurut penjelasan Yofi, penerimaan perpajakan mencapai Rp 156,188 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 19,22% dibandingkan Triwulan II Tahun 2022 yang mencapai Rp 25,178 Miliar. Sementara Penerimaan Bea Cukai Triwulan III Tahun 2022 tidak terdapat kenaikan tetap dengan jumlah yang sama dengan triwulan II Tahun 2022. Sedangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada Triwulan III tahun 2022 sebesar Rp 13,325 miliar atau mengalami kenaikan 33,12% dibandingkan periode yang sama triwulan lalu yaitu sebesar Rp 10,01 miliar.
Realisasi Belanja Pemerintah Pusat melalui Kementerian/Lembaga di Lingkup KPPN Fakfak (terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Barang, dan Belanja Modal) mencapai Rp 676,81 miliar pada Triwulan III Tahun 2022, atau sekitar 59,71% dari total pagu sebesar Rp 1,13 triliun.
”Realisasi tersebut mengalami peningkatan (5,61%) bila dibandingkan periode yang sama pada tahun 2021, yaitu sebesar Rp 54,73 miliar dari total pagu Rp 1,13 triliun. Realisasi Belanja Pegawai mencapai Rp 176,99 miliar atau sekitar 85,51% dari total pagu Belanja Pegawai sebesar Rp 206,99 miliar. Belanja Barang mempunyai realisasi yang sedikit lebih rendah dari Belanja Pegawai, yaitu mencapai Rp 134,93 miliar atau sekitar 68,29% dari pagu Belanja Barang sebesar Rp 197,58 miliar. Sedangkan realisasi Belanja Modal pada Triwulan III tahun 2022 ini mencapai Rp 364,89 miliar atau sekitar 50,05% dari pagu Belanja Modal sebesar Rp 729,00 miliar. Secara keseluruhan, peersentase realisasi terbesar terdapat pada Belanja Pegawai yaitu 85,51% dengan capaian Rp176,99 Miliar dari pagu Belanja Pegawai Rp206,99 Miliar, “ ungkap Yofi dalam press release.
Kemudian, Yofi juga menjelaskan, dari besaran pagu dan realisasi tersebut terdapat satuan kerja yang meyumbang perolehan pagu dan realisasi 10 (sepuluh) besar, dimana untuk wilayah Kabupaten Fakfak terwakili Satuan Kerja Kantor UPBU Torea dengan jumlah pagu, paling besar Rp 485,74 miliar dengan realisasi sebesar Rp 284,86 miliar atau 58,65% dari total pagu yang dikelolanya.
Sementara itu, Satuan Kerja Politeknik Negeri Fakfak dengan pagu Rp 16,89 miliar dan realisasi sebesar Rp 10,86 miliar (64,34%) dengan peringkat delapan dari sepuluh pagu terbesar yang dikelola lingkup KPPN Fakfak.
Yofi melanjutkan, untuk Kabupaten Kaimana terdapat 4 (empat) Satker yang mewakili dengan pagu terbesar.
Satker Polres Kaimana Rp 40,72 miliar dengan realisasi sebesar Rp 36,71 miliar (83,79%) dengan menempati peringkat enam dari sepuluh pagu terbesar yang dikelola satuan kerja lingkup KPPN Fakfak sementara untuk satuan kerja dengan peringkat sepuluh ditempati satuan kerja BPS Kab.Kaimana, dengan pagu yang dikelolanya sebesar Rp 10,09 miliar dengan realisasi sebesar 60,45% atau Rp 6,10 miliar. ***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak