Home / Headline / Dua Orang Ditahan, Diduga Eksploitasi ABG Di Cafe Bar

Dua Orang Ditahan, Diduga Eksploitasi ABG Di Cafe Bar

Tersangka M Alias L dan TS saat diamankan oleh Penyidik Sat Reskrim Polres Fakfak.(Foto Istimewa)

Reporter : Wahyu Hidayat
INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Fakfak, Jumat, 30 Juli 2021, mengamankan dua tersangka yang diduga melakukan tindak pidana eksploitasi anak atau perdagangan orang.

Kasat Reskrim Polres Fakfak, Iptu. Handam Samudro, STK. SIK., memimpin langsung penangkapan, dengan melibatkan personil Sat Reskrim Polres Fakfak.

Kronologinya, bermula pada Mei 2021 lalu,  tersangka dengan inisial TS  menemui korban IGH yang berumur 17 tahun dan seorang saksi Z, di Jl. Kompleks BTN Waitatiri Kota Ambon.

Kepada IGH dan Z,  TS mengatakan bahwa, dia akan bekerja Fakfak dan menawari IGH dan Z untuk ikut bekerja di Fakfak, disertai bujuk rayu bahwa bekerja di Fakfak enak dan kehidupan terjamin.

Singkat cerita, IGH dan Z menginap di rumah TS lebih kurang selama satu bulan, sebelum berangkat ke Fakfak.

Selanjutnya, Jumat, 2 Juli 2021, sekitar pukul 04.00 WIT, TS bersama IGH dan Z berangkat dari rumah  TS menggunakan mobil, menuju Pelabuhan Wahai dan tiba di Pelabuhan Wahai sekitar pukul 14.00 WIT. Lantas,  dengan menumpang KMP. Kalabia, ketiganya berangkat menuju Fakfak, dan tiba di Fakfak pada Sabtu,  3 Juli 2021 sekira jam 1 siang.

Setibanya di Pelabuhan Fakfak, TS, IGH dan  Z dijemput oleh M alias L dan membawa mereka menuju Cafe Bar.

Senin, 5 Juli 2021, IGH kaget karena ternyata akan dipekerjakan di Cafe Bar sebagai pramuria. Kepada IGH disodorkan kontrak kerja oleh M Alias L, dimana nama IGH dalam kontrak kerja sudah dirubah dengan nama Erlin, dengan tujuan agar tidak diketahui identitas korban yang sebenarnya.

M alias L juga mengancam IGH, apabila tidak mau melayani tamu, maka akan dikenakan denda yang dihitung menjadi tanggungan hutang bagi IGH.

Akhirnya, selama 2 minggu IGH dipekerjakan sebagai pramuria di Café Bar dan melayani para tamu lelaki, termasuk mengkonsumsi minuman keras.

Kapolres Fakfak, AKBP. Ongky Isgunawan, SIK., melalui Kasat Reskrim, Iptu. Handam Samudro, STK. SIK. mengatakan, “Awalnya kasus ini diketahui dari adanya informasi masyarakat bahwa di Café Bar telah dipekerjakan anak di bawah umur, sehingga Jajaran Sat Reskrim Polres Fakfak dalam hal ini Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) bergerak cepat, melakukan penyelidikan termasuk mengambil keterangan IGH. Selanjutnya, IGH menyampaikan laporan ke Polres Fakfak,”

Adapun barang bukti yang diamankan antara lain; kartu keluarga, dokumen kontrak kerja dan nota Cafe Bar.

Setelah dilakukan gelar perkara, dari pengumpulan alat bukti berupa keterangan korban/saksi dan petunjuk, serta barang bukti, maka dilakukan peralihan status M alias L dan TS, dari sebagai saksi menjadi tersangka,

“Selanjutnya, Jum’at 30 Juli 2021 sekira pukul 10.00 WIT, dilakukan penangkapan terhadap M Alias L dan TS. Kini, terhadap keduanya dilakukan penahanan di Rutan Polres Fakfak,” jelas Kasat Reskrim.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan pasal 2 ayat (1) UU No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan/atau Pasal 76I Jo Pasal 88 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana 10 (sepuluh) tahun penjara dan/atau denda paling banyak 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah). ***

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Diduga “Bermain” Dana Kampung, Bendahara Kampung Ditahan Polres Fakfak

Reporter : Wahyu Hidayat INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ LA, 43 tahun, bendahara Kampung Kayu Merah, Distrik Fakfak ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *