
Reporter : Wahyu Hidayat
INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Conservation International Indonesia, bersama Komunitas Fakfak Mengajar (FM) dan Kitong Bisa Learning Centre (KBLC) Fakfak, pada Selasa, 2 Pebruari 2021, menggelar kegiatan webinar dengan tema “Mari Bicara Taman Pesisir Fakfak”.
Kegiatan ini, bertujuan untuk memperkenalkan kepada publik yang lebih luas, tentang Kawasan Konservasi Taman Pesisir Fakfak dan menjaring sebanyak mungkin dukungan dari masyarakat Fakfak, terhadap pengelolaan Kawasan Konservasi Taman Pesisir Fakfak yang mencakup wilayah Teluk Berau dan Teluk Nusalasi Van-dan Bosch yang terhampar di Distrik Kokas, Arguni dan Karas Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Salah satu narasumber dalam webinar yang diikuti oleh duaratusan peserta ini, Rikka Ocelin Masso, S.E. yang membawakan materi “Mendorong Kepedulian Masyarakat Terhadap KKP, Sebuah Testimoni”, merupakan seorang champion Conservation Indonesia. Artinya, Rikka merupakan <span;>salah satu anggota masyarakat yang sudah melakukan aksi secara mandiri dalam pengelolaan kawasan konservasi Taman Pesisir Fakfak. Contohnya, dia melakukan sosialisasi, kampanye, pendidikan kepada anak-anak, memberikan informasi kepada pemerintah secara mandiri dengan inisiatif sendiri.
“Pelibatan Champion dalam webinar ini adalah untuk memberikan pesan kepada publik bahwa, siapapun bisa terlibat dalam upaya pengelolaan kawasan konservasi,” jelas Project Manager Koridor Kaimana-Fakfak Conservation International Indoenesia, Nur Ismu Hidayat.
Penyelenggara juga mengundang narasumber lain yakni, Eli Auwe, A.Pi., Kepala UPTD-KKP Kaimana-Fakfak yang memperkenalkan tentang Kawasan Konservasi Taman Pesisir, Program Manager Tourism dan Capacity Building BHS.
“Jika banyak masyarakat yang mengetahui dan paham bahwa, sumberdaya yang lestari dan terkelola dengan baik akan secara terus menerus memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat, maka pasti dukungan dan keterlibatan masyarakat akan optimal dalam pengelolaannya. Konservasi adalah bukan untuk melarang, tetapi untuk mengatur dan mengelola sumberdaya alam sehingga bisa memberikan manfaat secara terus menerus” Jelas Eli.
<Dari Conservation Indonesia, tampil Ir. Mediarti Kasmidi, dengan paparannya terkait pariwisata berkelanjutan.
Dosen Politeknik Negeri Fakfak, Deisya M Alhamid, S.E., M.M., membawakan materi tentang Sampah dan Pengelolaannya, disusul materi tentang satwa dilindungi yang dibawakan oleh Koordinator MPA Fakfak dari CI Indonesia.
Permasalahan sampah di Kota Fakfak, memang perlu mendapatkan perhatian lebih, lantaran kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya dan menjaga lingkungan tetap bersih, dirasa masih kurang.
Webinar ini merupakan sebuah kegiatan pembuka dari rangkaian kegiatan lomba video konten kreatif dengan tema “Mari Bicara Taman Pesisir Fakfak” yang akan digelar setelah webinar selesai hingga akhir Februari 2021. Kegiatan lomba ini diinisiasi dengan melihat potensi para generasi muda Fakfak yang cukup kreatif dalam menyampaikan ide-ide dengan menggunakan platform media sosial apapun. ***
Infofakfak.com Informasi Seputar Kota Fakfak