Home / Headline / Soal Tanah Bandara Siboru, Marga Hombore Mendapat Legitimasi Raja Ati-Ati

Soal Tanah Bandara Siboru, Marga Hombore Mendapat Legitimasi Raja Ati-Ati

Suasana pertemuan adat di kediaman Raja Ati-Ati, Selasa, 9 Juni 2020

 

Reporter : Wahyu, Ayu                  | Editor : Wahyu Hidayat

INFOFAKFAK.COM, WARTUTIN_ Ujung polemik tanah yang akan dibangun Bandara Yakop Patipi di Kampung Siboru, Distrik Wartutin, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, kini semakin terang benderang.

Setelah sebelumnya muncul gugatan dari beberapa marga, antara lain Marga Uss, Patipi, Patiran, Amor/Komor dan Ginuni yang menganggap ada pemasalahan terhadap hak ulayat, kemarin, Selasa, 9 Juni 2020, telah dilangsungkan sidang adat yang mengeluarkan legitimasi kepada Marga Hombore , atas kepemilikan hak ulayat tanah Bandara Yakop Patipi atau yang lebih dikenal dengan Bandara Siboru.

Sidang adat yang dilaksanakan di kediaman Raja Ati-Ati, Muhamad Syahril Bay, di Kampung Werpigan, Distrik Wartutin ini, dipimpin oleh Ketua Peradilan Adat dari Dewan Adat Mbaham Matta Kabupaten Fakfak, Jubair Hobrouw.

Dalam pernyataannya, Raja Petuanan Ati-Ati, Muhamad Syahril Bay, menyatakan bahwa, tanah yang akan dibangun Bandara Siboru di Kampung Siboru, merupakan hak tanah adat Marga Hombore, sebagai marga tertua di Kampung Siboru. Sedangkan marga-marga lain juga memiliki hak, namun di bawah Marga Hombore. Juga ditekankan bahwa, petuanan lain tidak punya hak mencampuri hak wilayah Petuanan Ati-Ati.

Surat Pernyataan ini diketahui oleh Kepala Kampung Siboru, Benyamin Hombore, dan ditandatangani para saksi, antara lain, Paulus Uss, Gabriel Hegemur, Din Patiran, Yahya Tuturop, Unting Bay, Andrian Kabes selaku Mayor Werbah, Jijau, Ibrahim Patiran, Ruben Patipi dan Hendrikus Kabes.

Sebelum sidang adat dilaksanakan, Asisten I Setda Fakfak, Charles Kambuh, yang juga Ketua Penyelesaian Bandara Siboru menjelaskan bahwa, pemerintah daerah telah menyelesaikan permasalahan atas hak ulayat ini, setelah dalam beberapa tahun menggali dan mengkaji semua informasi terkait masalah tanah adat tersebut.

“Prosesnya bertahun-tahun dan ketika diumumkan, tidak ada pihak yang keberatan, hingga akhirnya, berdasarkan rekomendasi lembaga yang kredibel, dengan mengikutkan pihak Pemerintah Provinsi Papua Barat dan BPN, maka dilakukanlah pembayaran. Pembayaran tahap satu telah selesai dan akan dilakukan pembayaran tahap berikutnya,” jelas Charles Kambuh.

Perlu diketahui, lahan tanah yang akan dibangun Bandara Siboru tersebut, rencananya akan menggunakan lahan seluas 206 hektar. Lembaga appraisal atau lembaga penilai suatu barang yang independent, memberikan harga sebesar 77 miliar atas tanah seluas 206 hektar tersebut.

Atas nilai tersebut, Pemda Fakfak telah melakukan pembayaran tahap pertama sebesar 26 milyar  atas tanah dan tanaman di atas tanah tersebut. Dan sisanya akan segera dicairkan dalam pembayaran tahap kedua.

Hadir dalam sidang adat ini antara lain, Drs. Frans Hombore, mantan Wakil Bpati Fakfak; beberapa anggota DPRD Kabupaten Fakfak, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Fakfak, Girin, S.E.; Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Fakfak, Abdul Razak Rengen, S.H., M.Si,; Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Fakfak yag juga Raja Fatagar,  Tuufik Heru Uswanas, S.Sos., M.Si. serta ratusan masyarakat.

Menanggapi putusan adat tersebut, mantan Wakil Bupati Fakfak, Drs. Frans Hombore dan Andarias Hombore, menyampaikan, meskipun pihak keluarga penggugat dari lima oknum marga tidak hadir dalam pertemuan adat tersebut, namun putusan adat yang menyatakan Marga Hombore sebagai pemilik hak ulayat, harus diterima, dan putusan adat ini yang sudah final.

“Putusan lembaga adat yang menyatakan tanah Bandara Siboru merupakan tanah adat Marga Hombore sudah final dan harus di patuhi,” ujar ujar Frans Hombore, seraya berharap, pihak keluarga yang berkeberatan sudah saatnya untuk kembali ikut mendorong Pemerintah Daerah guna menyukseskan pembangunan Bandara Siboru. ***

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Danlantamal XIV Tinjau Lokasi Rencana Lanal Di Pasir Putih

Reporter : Ayu, Wahyu                  | Editor : Wahyu Hidayat INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Disambut dengan tari tumor, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *