Home / Headline / Dianggap Cemarkan Nama Baik, Ketua DKR Fakfak Dilaporkan Polisi

Dianggap Cemarkan Nama Baik, Ketua DKR Fakfak Dilaporkan Polisi

Rida Angriani dan Yunus Basari, S.H. melaporkan AL ke Polres Fakfak (Foto dok Irf)

Reporter : Wahyu Hidayat

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Rida Angriani, pemilik  sekaligus pimpinan Apotik Satria Medika yang berlokasi di ruko depan Pelabuhan Fakfak, Papua Barat, didampingi kuasanya hukumnya, Yunus Basari, S.H., Senin, 15 Juni 2020, melaporkan AL, Ketua Dewan Kesehatan Rakyat Kabupaten Fakfak ke Polres Fakfak.

Dalam penjelasannya, kuasa hukum Apotik Satria Medika, Yunus Basari menjelaskan bahwa, pihaknya melaporkan AL dengan sangkaan telah mencemarkan nama baik tempat usaha kliennya.

“Laporannya tentang dugaan pencemaran nama baik Apotik Satria Medika. Kami tadi memberikan bukti berupa screenchot berita dari media online yang memuat berita terkait pelayanan di Apotik Satria Medika. Kepada AL bisa dikenakan UU ITE,” jelas Yunus.

Menurut Yunus, pihaknya sebenarnya telah meminta klarifikasi kepada AL terkait berita yang muncul di beberapa media online yang terbit dari luar Fakfak tersebut. Namun, menurut Yunus. AL tidak memberikan klarifikasi dan malah berita serupa muncul lagi di media lainnya.

“Yang kami laporkan adalah narasumber berita tersebut, bukan medianya. Untuk medianya, kami akan laporkan kepada dewan pers,” ujar Yunus.

Sementara itu, Rida Angriani membeberkan peristiwa yang terjadi sebelum berita muncul di media online.

“Pada 12 Juni 2020 sekira pukul 10.15 WIT, AL beserta 5 orang datang ke apotik kami dan bertanya kepada karyawan kami terkait prosedur dan tarif untuk rapid test. Saat itu, karyawan kami menjawab bahwa tarif rapid test 1 juta. Mendapat jawaban itu, AL membandingkan dengan tarif rapid test di tempat lain yang dikatakan hanya 600 ribu. Dari sinilah muncul berita itu,” jelas Rida. “Perlu kami sampaikan, bahwa kami adalah swasta murni. Peralatan dan SDM adalah milik kami sendiri,” sambung Rida.

Rida juga menjelaskan, keberadaan dr. Subhan Rumoning yang buka praktek di Apotik Satria Medika sudah dilakukan sebelum dr. Subhan menjadi Direktur di RSUD Fakfak.

“Alat rapid test kami adalah milik kami sendiri yang kami dapatkan dari distributor. Jadi kami tidak menggunakan fasilitas pemerintah,” ujar Rida.

Sebenarnya, Rida tidak ingin membawa masalah ini ke ranah hukum. Namun, berita yang muncul dinilai merupakan penggiringan opini dan bisa menjadi pembunuhan karakter, maka langkah hukum perlu dilakukan. ***

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Polres Kaimana Tetapkan YR Tersangka Dugaan Kasus SARA

INFOFAKFAK.COM,  KAIMANA_ Sat Reskrim Polres Kaimana, Papua Barat, setelah melakukan gelar perkara pada 8 September ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *