Home / Headline / Respon Radiogram Sekda, Bomberay Batasi Keluar Masuk Hingga Jam 8 Malam

Respon Radiogram Sekda, Bomberay Batasi Keluar Masuk Hingga Jam 8 Malam

Pencegahan penyebaran covid-19 di Distrik Bomeberay
Pencegahan penyebaran covid-19 di Distrik Bomeberay (foto dok. Ist)

Reporter : Wahyu Hidayat

INFOFAKFAK.COM, BOMBERAY_  Menindaklanjuti radiogram Sekretaris Daerah Fakfak Nomor : T-140/01/SET/2020 tanggal 26 Maret 2020, Kepala Distrik Bomberay, Lud Masrur Kamudi, melakukan upaya pencegahan penyebaran virus corona atau covid-19, dengan melakukan  pemeriksaan suhu badan dan penyemprotan disinfektan di beberapa lokasi. Pemeriksaan suhu tubuh ini, sudah dilakukan sejak Jumat, 27 Maret 2020 hingga Minggu ini.

“Kami sepakati dalam rapat yang dihadiri Forkopidis dan seluruh kepala kampung, kami bersama Puskesmas Bomberay melakukan pemeriksaan suhu badan,” ujar Lud Masrur Kamudi. “Untuk itu, kami membuka pos pemeriksaan yang dipusatkan di Puskesmas Bomberay, serta membuka pos pemeriksaan di jalan masuk ke Bomberay, yakni di SP 6,” lanjutnya.

Selain memeriksa suhu badan di jalan masuk Bomberay, kebijakan lain adalah membatasi waktu akses keluar masuk Bomberay, sehingga untuk melintasi jalanan Bomberay dibatasi dari jam 7 pagi  sampai jam 8 malam.

2

“Secara lengkap, kami melakukan tindakan, antara lain, mendata dan identifikasi setiap orang yang masuk di kampung masing-masing dan diwajibkan untuk melakukan isolasi mandiri d rumah masing-masing. Mewajibkan warga menerapkan pola hidup sehat dengan mencuci tangan  sehari 5 kali dan menyediakan air beserta sabun d depan rumah masing-masing. Serta melakukan penyemprotan disinfektan di semua fasilitas umum & rumah masyarakat di seluruh kampung,” urai Lud Masrur Kamudi.

Kepala KUA Distrik Bomberay, Ruslan Lapuasa, mendukung upaya pencegahan penyebaran covid-19 ini, agar ada kesadaran bagi masyarakat Bomberay.

“Upayanya Pak Distrik luar biasa. Dan saya lihat, masyarakat Bomberay bisa memahami dan juga mendukung tindakan ini. Sebab, menurut data yang ada, sudah ada 2 ODP atau orang dalam pemantauan di Bomberay dan 1  ODP di Tomage,” ujar Ruslan.

Informasinya, Kadistrik Bomberay beserta petugas kesehatan dari Puskesmas Bomberay, juga melakukan pemeriksaan di basecamp perusahaan sawit.

Tindakan pencegahan penyebaran covid-19 ini akan terus dilakukan, hingga ada pemberitahuan dari pemerintah daerah, untuk menghentikannya. ***

 

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Samaun Dahlan Dukung Wacana “Lelang Jabatan” Ketua Takmir Masjid Agung Baitul Makmur

  Reporter : Wahyu Hidayat INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Ketua takmir Masjid Agung Baitul Makmur Fakfak, Papua ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *