Home / Headline / Palang Jalan Bagi Pegawai LNG Tangguh Menunggu RDP Dewan

Palang Jalan Bagi Pegawai LNG Tangguh Menunggu RDP Dewan

Foto di LNG Tangguh (dok. portonews.com)
Foto di LNG Tangguh (dok. portonews.com)

Reporter : Wahyu Hidayat

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Kurang diakomodirnya pemuda asal Petuanan Patipi untuk bekerja di LNG Tangguh, menjadi salah satu alasan rencana pendudukan Kantor BP dan pemalangan jalan Fakfak-Kokas oleh pemuda Petuanan Patipi yang diinisiasi oleh Ketua KNPI Distrik Teluk Patipi, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Mohammad Ali Sagara, S.K.M.

“Selama 11 tahun ini, pemuda kami yang bekerja di LNG Tangguh hanya 2 orang saja. Dan dalam Rapat Dengar Pendapat atau RDP dengan DPRD Kabupaten Fakfak pada Senin, 16 Maret 2020 lalu, saya ungkap bahwa, dalam 4 tahun terakhir dari tahun 2017 sampai 2020, tenaga kerja dari Fakfak baru diserap sebanyak 808 orang atau 6,21% dari sekitar 13.000 tenaga kerja di LNG tangguh,” urai Ali Sagara.

Menurut Ali Sagara, pihak DPRD berjanji menggelar pertemuan kembali yang akan menghadirkan pihaknya, tokoh masyarakat, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Fakfak dan BP.

Dalam pertemuan dengan DPRD yang dipimpin Wakil Ketua, Iskandar Tasya tersebut, Ali Sagara yang didampingi oleh Ketua Front Pemuda Bersatu Mbaham Matta, Rahman Patur, menyampaikan pernyataan sikap yang terdiri atas 4 tuntutan.

Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani Mohammad Ali Sagara dan Raja Muda Petuanan Patipi, Atarai Iba, S.E. ini, pada intinya meminta agar pemerintah dan pihak LNG Tangguh lebih memperhatikan porsi bagi anak-anak Petuanan Patipi dan Petuanan Furwagi.

“Bila permintaan kami ini tak diindahkan, maka kami akan menduduki aset BP, yakni Kantor Perwakilan BP di Hotel Grand Papua Fakfak, mencabut patok LNG Tangguh yang ada di Petuanan Furwagi dan memalang jalan Fakfak-Kokas serta jalan menuju Bomberay, khusus bagi pekerja LNG Tangguh,” jelas Ali Sagara.

Ali Sagara juga menjelaskan bahwa, perekrutan karyawan LNG Tangguh juga harus mengutamakan putra daerah dengan memperhatikan kategori putra daerah.

“Dalam satu posisi pekerjaan, diutamakan dulu putra daerah atau PD kategori 1, yakni bapak dan mama adalah orang asli Papua. Bila tidak ada, maka dicari dalam kategori PD 2, yakni bapak Papua. Bila masih belum ada, maka direkrut dari PD 3, yakni mama asli Papua. Bila sampai disini belum ada tenaga kerja yang dibutuhkan itu, barulah mencari dari PD 4, yaitu orang yang lahir dan besar di Fakfak,” jelasnya.

Pihaknya masih menunggu RDP dengan DPRD yang dijanjikan minggu depan, karena saat ini anggota dewan sedang ke Jakarta. ***

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Rabu, Pangdam XVIII/Kasuari Direncanakan Kunjungi Fakfak

Reporter : Wahyu Hidayat INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_  Mantan Komandan Kodim 1706/Fakfak (kini Kodim 1803/Fakfak) yang  menjabat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *