Home / Headline / Bupati Dan Ketua Dewan Minta 19 Penumpang Speedboat Kiti-Kiti Dikarantina

Bupati Dan Ketua Dewan Minta 19 Penumpang Speedboat Kiti-Kiti Dikarantina

Ketua DPRD Kabupaten Fakfak, Siti Rahma Hegemur, S.T.
Ketua DPRD Kabupaten Fakfak, Siti Rahma Hegemur, S.T. (Foto Dok. Ist.)

Reporer : Wahyu Hidayat, cw01     |     Editor : Wahyu Hidayat

INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Ketua DPRD Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Siti Rahma Hegemur, S.T., menggelar jumpa pers, menyikapi polemik disalahgunakannya speedboat Kiti-Kiti milik DPRD Kabupaten Fakfak, untuk mengangkut 3 orang ASN dan 16 Mahasiswa dari Kota Sorong, Papua Barat, pada Minggu, 29 Maret 2020 malam.

“Saya perlu mengklarifikasi, bahwa kami tidak tahu menahu peminjaman speedboat  itu. Pemakaian speedboat itu tidak melalui prosedur resmi, baik surat maupun lisan kepada pimpinan DPRD,” jelas Siti Rahma Hegemur. “Untuk itu, saya menyarankan ASN dan mahasiswa tersebut untuk dikarantina agar tidak meresahkan masyarakat Fakfak,” imbuhnya.

Menurut Siti, dirinya baru mengetahui masalah tersebut kemarin malam, ketika dirinya mendapat kiriman foto kedatangan speedboat  dan video ketika penumpang mulai menaiki speedboat di Sorong.

“Mereke para ASN itu, adalah pejabat yang sebenarnya sudah mengerti situasi Fakfak saat ini. Tidak perlu disampaikan, mereka seharusnya mengerti. Para mahasiswa itu adalah mahasiswa dari berbagai daerah yang sudah dinyatakan terserang virus corona, seperti Ambon, Semarang, Jogjakarta dan Sorong,” ujar Siti kesal.

Disela-sela jumpa pers, melalui telepon, Siti meminta kunci speedboat dari tangan drivernya dan menegaskan bahwa, mulai saat ini tidak boleh ada yang pakai speedboat, tanpa membawa surat ijin pemakaian speedboat dari pimpinan DPRD.

“Untuk pemakaian speedboat harus menyurat resmi kepada DPRD, nanti kami terbitkan ijinnya. Jika tidak ada ijin, siapapaun tidak boleh menggunakan fasilitas daerah tersebut,” tandas Siti.

Sementara itu, Bupati Fakfak, Dr. Mohammad Uswanas, dalam dialog bersama RRI Stasiun Fakfak, juga meminta dengan tegas, agar seluruh penumpang Kiti-Kiti menyerahkan diri untuk dikarantina.

“Kepada Satgas saya minta untuk melaksanakan prosedur. Dan saya perintahkan mereka untuk dikarantina. Jika tidak mau mengkarantina diri, maka akan dijemput paksa aparat,” tegas Bupati.

Bupati juga menyoroti kapal cepat Belibis, yang masuk ke Bintuni. Meski kapal tersebut tidak masuk Pelabuhan Kokas, penumpang jurusan Fakfak tersebut, memilih turun di Bintuni dan masuk Fakfak melalui Distrik Aroba.

“Ada tiga taksi yang membawa mereka masuk ke Fakfak. Saya minta mereka menyerahkan diri untuk diperiksa dan dikarantina. Ini bisa membahayakan 92.000 penduduk Fakfak,” ujar Bupati.

Senada dengan Ketua DPRD dan Bupati Fakfak, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Fakfak, Iskandar Tasya, juga meminta para penumpang tersebut untuk patuh dan dikarantina.

“Harus dikarantina, agar tidak meresahkan masyarakat,” tegas Iskandar. ***

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Rabu, Pangdam XVIII/Kasuari Direncanakan Kunjungi Fakfak

Reporter : Wahyu Hidayat INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_  Mantan Komandan Kodim 1706/Fakfak (kini Kodim 1803/Fakfak) yang  menjabat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *