Home / Fakfak News / Ekonomi / Bupati Samaun Dahlan Genjot UMKM Fakfak Lewat KUR Tanpa Agunan, Targetkan Rp500 Miliar Akhir 2025

Bupati Samaun Dahlan Genjot UMKM Fakfak Lewat KUR Tanpa Agunan, Targetkan Rp500 Miliar Akhir 2025

Bupati Samaun Dahlan genjot UMKM Fakfak lewat KUR tanpa agunan, targetkan Rp 500 miliar akhir 2025. Kamis, 16 Oktober 2025.(Foto: Ayu).

 

Reporter: Sri Mariati

INFOFAKFAK.COM, — Dalam momentum peringatan Hari Pangan Sedunia, Bupati Fakfak Samaun Dahlan menegaskan komitmennya memperkuat perekonomian daerah melalui pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah Kabupaten Fakfak kini fokus memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha lokal melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa agunan sebagai penggerak utama roda ekonomi masyarakat.

“Saya minta kepada Bank BRI untuk benar-benar mendukung UMKM di Fakfak. Hari ini, sudah lebih dari 6.000 pelaku usaha memperoleh dukungan KUR dengan total nilai mencapai Rp377 miliar,” ujar Bupati Samaun Dahlan dalam sambutannya, Kamis, 16 Oktober 2025.

Ia menargetkan penyaluran KUR dapat mencapai Rp500 miliar hingga akhir 2025. Menurutnya, kebijakan ini menjadi langkah strategis agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kita perlu membuka peluang baru. UMKM harus menjadi penggerak utama ekonomi daerah,” tegasnya

Bunga Ringan, Tanpa Jaminan, Kredit Macet Minim

Melalui skema ini, pelaku UMKM memperoleh pinjaman tanpa jaminan dengan bunga ringan sebesar 6 persen per tahun. Berdasarkan data pemerintah daerah, hingga awal Oktober 2025, tingkat kredit macet sangat rendah, yakni hanya empat debitur dari ribuan penerima KUR.

“Ini membuktikan masyarakat Fakfak punya semangat dan tanggung jawab tinggi dalam mengembangkan usaha mereka,” tambah Bupati.

Pemerintah daerah juga terus mendorong keterlibatan UMKM dalam berbagai kegiatan publik. Dalam sejumlah event lokal, termasuk turnamen basket, pelaku UMKM diberi ruang untuk berjualan dan meraup keuntungan tambahan.

“Ada pelaku usaha yang bisa memperoleh omzet hingga Rp6 juta dalam satu malam. Ini bukti nyata bahwa UMKM kita mampu tumbuh bila diberi kesempatan,” ujarnya

Bangun Sentra UMKM di Titik Strategis

Pemkab Fakfak kini tengah menyiapkan kawasan khusus UMKM di dua lokasi strategis, yakni Wagom dan Kelapa Dua. Kawasan ini akan dijadikan pusat aktivitas ekonomi rakyat, dilengkapi infrastruktur penunjang secara bertahap, seperti lapak usaha, fasilitas kebersihan, penerangan, dan sistem pengelolaan terpadu.

Program 1 Keluarga 1 Hektar Perkuat Ketahanan Pangan

Selain fokus pada sektor usaha, Bupati Samaun Dahlan juga meluncurkan Program “Satu Kepala Keluarga Satu Hektar” lahan pertanian untuk masyarakat kampung. Program ini diarahkan untuk penanaman cabai, tomat, dan komoditas pangan lokal lainnya sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan daerah dan mengurangi ketergantungan suplai dari luar.

“Kalau seribu keluarga menanam cabai dan tomat, suplai pangan kita akan kuat. Pemerintah akan siapkan lahan, bibit, dan pupuknya. Ini jauh lebih bermanfaat dibanding sekadar bantuan konsumtif,” jelasnya.

Program ini juga akan disinergikan dengan dana desa guna memperluas pemberdayaan masyarakat di kampung-kampung.

Siapkan Masyarakat Hadapi Peluang Besar

Bupati Samaun Dahlan menegaskan, penguatan UMKM dan sektor pangan merupakan strategi jangka panjang untuk menghadapi peluang ekonomi besar di Fakfak, termasuk masuknya investasi migas yang segera berjalan.

“Kita siapkan masyarakat agar menjadi pelaku ekonomi, bukan penonton,” pungkasnya.***

About Amrin Bro

Check Also

Sinergi Babinsa–KSOP Fakfak Perkuat Stabilitas Pesisir Karas

  Pewarta: Amryn Landupa INFOFAKFAK.COM, – Upaya memperkuat stabilitas dan keamanan wilayah pesisir terus dilakukan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *