Breaking News
Home / Fakfak News / Ekonomi / Bupati Fakfak Turun Tangan! Imbau Mama Papua Tertib Berjualan di Dalam Pasar

Bupati Fakfak Turun Tangan! Imbau Mama Papua Tertib Berjualan di Dalam Pasar

Tegakkan ketertiban dan kenyamanan, Bupati Samaun Dahlan mengimbau seluruh mama Papua untuk berjualan di area dalam pasar yang telah disediakan pemerintah. Kamis, 16 Oktober 2025. (Foto: Ayu).

 

Reporter: Sri Mariati

INFOFAKFAK.com, — Dalam upaya menciptakan ketertiban dan keadilan bagi seluruh pelaku usaha kecil, Bupati Fakfak Samaun Dahlan mengimbau seluruh mama Papua untuk berjualan di area dalam pasar yang telah disediakan pemerintah. Kebijakan ini merupakan bagian dari penataan ruang ekonomi rakyat agar lebih tertib, adil, dan nyaman bagi semua pedagang.

Imbauan tersebut disampaikan Bupati saat membuka kegiatan Gelar Pangan Murah yang digelar di Taman Satu Tungku Tiga Batu, Kamis, 16 Oktober 2025, bertepatan dengan momentum Hari Pangan Sedunia. Dalam arahannya, Bupati Samaun menyoroti adanya ketimpangan antara pedagang yang berjualan di luar dan di dalam pasar, yang selama ini menjadi salah satu sumber ketidakteraturan tata niaga di kawasan pasar Fakfak.

“Saya tidak mau lagi mendengar istilah mama Papua jualan di luar, sementara non-Papua di dalam. Semua harus diperlakukan dengan adil,” tegas Bupati, yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Menurutnya, pasar utama Fakfak telah memiliki kapasitas memadai dengan 380 meja di lantai satu, sehingga seluruh pedagang termasuk mama Papua dapat berjualan di tempat yang lebih tertata. Ia juga menegaskan tidak boleh ada pihak ketiga yang menyalahgunakan area pasar untuk kepentingan pribadi, seperti memperjualbelikan lahan atau meja pasar.

“Ini soal keadilan dan ketertiban. Semua mama Papua harus berjualan di dalam pasar,” tambahnya.

Selain penataan pasar, Bupati Samaun juga memaparkan rencana pengembangan sentra ekonomi baru bagi pelaku UMKM di Tanjung Wagom dan Kelapa Dua. Kedua lokasi strategis tersebut akan dilengkapi fasilitas pendukung agar pelaku usaha memiliki ruang usaha yang lebih nyaman dan tertib.

Bupati turut menyoroti ketergantungan Fakfak terhadap pasokan pangan dari luar daerah, seperti Surabaya. Tantangan logistik dan biaya transportasi menjadi salah satu penyebab tingginya harga sejumlah komoditas pangan. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat produksi pangan lokal melalui pengembangan komoditas hortikultura seperti sayur, tomat, dan cabai.

Pemerintah akan memberikan dukungan teknis dan penyediaan lahan agar masyarakat bisa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Bupati Samaun menegaskan bahwa kebijakan penataan pasar bukan semata soal pemindahan pedagang, melainkan bagian dari upaya menjaga martabat dan keadilan ekonomi bagi seluruh masyarakat Fakfak terutama mama Papua yang selama ini menjadi bagian penting dalam denyut ekonomi rakyat.

“Menata pasar bukan sekadar soal tempat berjualan, tapi soal martabat dan keadilan ekonomi,” tutupnya.***

About Amrin Bro

Check Also

Hari Lahir Pancasila 2026, Polres Fakfak Teguhkan Komitmen Menjaga Persatuan di Tanah Mbaham Matta

  Pewarta: Amryn Landupa INFOFAKFAK.COM, – Polres Fakfak menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *