Home / Headline / BANDARA UTK SIAPA?

BANDARA UTK SIAPA?

Contoh mobil angkutan bandara. (Foto ist)

 

Pewarta : Wahyu Hidayat
INFOFAKFAK.COM_ Menarik dan menggelitik “curhatan” dr. Beny Bernard Kwa<span;> yang saya temukan di akun facebook dokter yang bertugas di Puskesmas Fakfak Tengah ini. dr. Beny menorehkan tulisan terkait transportasi Bandara Siboru Fakfak, Papua Barat, yang menurutnya, belum ramah bagi masyarakat biasa.

Tulisan yang diberi judul Bandara Untuk Siapa? tersebut, lenkapnya seperti ini:
“Bandaranya sudah bagus. PR yang masih ada yaitu transportasi dari kota ke bandara pulang pergi untuk penumpang perorangan.

Bagi pejabat atau yang punya mobil, tidak masalah, karena punya fasilitas. Tapi untuk orang biasa terasa berat, karena harus carter mobil dengan biaya yang cukup besar.

Fasilitas umum sebaiknya aksesnya juga diupayakan pemerintah daerah supaya terjangkau untuk semua kalangan. Pemerintah harus berpihak juga kepada masyarakat kecil karena mereka juga butuh transportasi udara.

Bagaimana dengan bus yang disiapkan untuk membawa penumpang ke bandara, yang hanya beroperasi beberapa hari saja?
Bagaimana dengan bus yang disiapkan Pemda untuk membawa penumpang yang tiba? Belum terdengar.

Herannya lagi, wakil rakyat di DPRD juga tidak bersuara.”

Merasa tertarik, lalu saya menghubungi dokter Beny melalui telepon dan beberapa kali melalui pesan Whatsapp.

“Kesannya bandara ini tidak ramah untuk masyarakat biasa. Janji bus Pemda untuk angkut penumpang ke Bandara sudah tiada. Penumpang yang tiba, “dipaksa” dengan keadaan untuk carter kendaraan jika tidak ada jemputan. Percakapan saya dengan beberapa orang, mereka terpaksa menggunakan jalur laut ke Sorong karena merasa berat dengan biaya ke bandara,” katanya.

Dokter Beny melanjutkan, “Saya teringat kembali pesan mantan Bupati Fakfak, Bapak. Wahidin Puarada. “Kalau membuat perencanaan kegiatan, jadilah seperti mereka (yang membutuhkan layanan) bukan berpikir untuk yang memberi layanan. <span;>Ini beliau sampaikan pada pertemuan dengan PMI terkait dengan ketersediaan darah untuk pasien yang membutuhkan. Dan ini sangat membekas pd memori saya,”

Berapa sih biaya yang harus dikeluarkan bila carter mobil dari kota Fakfak ke Bandara Siboru atau sebaliknya?

Salah seorang pengemudi mobil carteran, Jackson, menjelaskan bahwa tarifnya rp.600.000 sekali jalan.

Bagi masyarakat yang sudah paham, mereka booking tempat duduk mobil carteran sebelumnya. Dengan catatan dalam mobil tersebut juga diisi penumpang secara bersama-sama.

Namun bagi penumpang dari luar Fakfak yang belum paham situasi ini, tentu saja mereka harus carter dengan biaya full atau mencari penumpang lain yang menuju kota bersama-sama. Agak ribet tentunya

Jadi, pemerintah daerah harus segera mencari solusi masalah ini. ***

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

  Reporter : Sri Mariati Wakil Bupati Fakfak, Yohana Dina Hindom, membuka Sosialisasi Mekanisme dan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *