Home / Headline / Tak Bertemu Sekda, Forum Korban CPNS 2018 Tuntut Turunkan Sekda

Tak Bertemu Sekda, Forum Korban CPNS 2018 Tuntut Turunkan Sekda

Forum Komunikasi Korban CPNS tahun 2018, melakukan aksi demo di Kantor Bupati Fakfak, menuntut pertanggungjawaban Sekda Fakfak, H. Ali Baham Temongmere. (Foto IF)

Reporter : Wahyu Hidayat
INFOFAKFAK.COM, PARIWARI_ Dua puluhan orang yang menamakan diri Forum Komunikasi Korban CPNS 2018, melakukan aksi demo di DPRD dan Kantor Bupati Fakfak, Papua Barat,  Rabu, 2 Juni 2021.

Kedatangan mereka di gedung rakyat yang diterima oleh 2 orang anggota DPRD Kabupaten Fakfak tersebut, tak membuahkan hasil sesuai harapan.

Marcel Rahamitu, anggota DPRD Kabupaten Fakfak asal Partai Nasdem bersikukuh, bahwa tuntutan Forum Komunikasi korban CPNS 2018 telah disalurkan kepada pihak eksekutif. Sedangkan Forum Komunikasi korban CPNS 2018, meminta agar dewan melakukan tekanan kepada eksekutif untuk memberikan solusi atas permasalahan dan tuntutan yang mereka ajukan.

Mereka membandingkan dengan reaksi cepat DPRD Kabupaten Fakfak atas pengaduan beberapa orang yang dicopot dari jabatannya oleh Bupati Fakfak. Sedangkan kasus mereka telah terkatung-katung 2 tahun lebih.

Tak mendapatkan jawaban yang mereka harapkan, massa beralih melakukan aksi demo di Kantor Bupati Fakfak yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Wagom, Distrik Pariwari, Fakfak.

Sayangnya, aksi demo yang sebenarnya menyasar Sekretaris Daerah Fakfak, Drs. H. Ali Baham Temongmere, M.T.P. ini, juga harus berakhir tak sesuai harapan. Pasalnya, Sekda Fakfak sedang tak berada di tempat.

Akhirnya setelah berupaya naik ke lantai 3 untuk mencari Sekda tetapi tak berhasil menemukannya, massa turun kembali dan melakukan orasi di depan pintu masuk Kantor Bupati Fakfak.

Nuryati Kuman dalam orasinya menyampaikan,  Sekda harus menjelaskan dan bertanggung jawab atas kisruh penerimaan CPNS formasi tahun 2018, karena Sekda merupakan salah satu pejabat yang berperan dalam penerimaan CPNS tahun 2018 tersebut.

“Kami menuntut Sekda untuk mengusut dan transparan terkait adanya tambahan 100 orang, dan menjelaskan kebijakan seperti apa sehingga menambah 100 orang tersebut. Sekda juga harus bertanggung jawab atas kecurangan yang terjadi pada tes CPNS tahun 2018,” papar Nuryati Kuman.

Nuryati Kuman juga menjelaskan, mengapa mereka menuntut Sekda mundur dari jabatannya.

“Saya sampaikan disini, bahwa hasil pemeriksaan di kejaksaan atas Ibu Mujusam Uswanas (mantan Kepala BKPSDM, red) didapat penjelasan bahwa, hasil panselnas disimpan Pak Sekda. Namun saat kami tanyakan, Pak Sekda menyatakan hasil itu tidak ada pada beliau. Menurut kami, Pak Sekda tidak bertanggung jawab atas masalah ini. Untuk itu, untuk apa mempertahankan pejabat seperti itu,” urai Nuryati Kuman.

Tak berhasil menemui Sekda, akhirnya massa membubarkan diri, namun massa berjanji akan datang kembali Kamis besok, hingga bertemu dengan Sekda Fakfak. ***

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Pembekalan Babinsa Dengan Materi Organisasi Polsek Dan Radikalisme

Reporter : Wahyu Hidayat NFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Bertempat di Aula Koramil Kota Fakfak, Rabu, 9 Juni ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *