Home / Headline / Seratusan Guru Aksi Damai Menyoal TPP Guru Non Sertifikasi

Seratusan Guru Aksi Damai Menyoal TPP Guru Non Sertifikasi

Bupati Fakfak, Untung Tamsil mengfelar pertemuan dengan guru non sertifikasi. (Foto IF)

Reporter: Wahyu Hidayat
INFOFAKFAK.COM, PARIWARI_ Seratusan guru yang belum tersertifikasi, melakukan aksi damai di halaman Kantor Bupati Fakfak, yang berlokasi di Wagom, Distrik Pariwari, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Senin 14 Juni 2021.

Kehadiran mereka di Kantor Bupati Fakfak, untuk menanyakan TPP atau Tambahan Penghasilan Pegawai bagi guru non sertifikasi (belum tersertifikasi) yang menurut mereka telah berkurang cukup drastis.

Sekira 10 orang perwakilan diterima Bupati Fakfak, Untung Tamsil, yang didampingi Wakil Bupati Fakfak, Yohana Dina Hindom, serta dihadiri pula Sekretaris Daerah Fakfak, H Ali Baham Temongmere dan OPD terkait.

Kepada perwakilan guru non sertifikasi yang hadir di ruang rapat Bupati tersebut, Untung Tamsil menyampaikan bahwa, dirinya telah mendisposisi agar ada kenaikan TPP bagi guru non sertifikasi.

“Akan ada kenaikan, namun besarannya belum ditetapkan dan akan ada di APBD perubahan. Perubahannya tidak bisa dilakukan saat ini karena APBD telah disahkan dan berjalan. Saya juga sudah disposisi agar berkonsultasi ke Kemendagri dan Kementerian Keuangan,” jelas Bupati.

Wakil Bupati Fakfak, Yohaa Dina Hindom meminta para guru non sertifikasi untuk bersabar, karena masalah keuangan seperti itu harus mendapat persetujuan dari Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan.

Belum mendapat kepastian terkait nilai besaran TPP, koordinator guru non sertifikasi, Amin Jabir Sueri menyampaikan, pihaknya akan mogok kerja.

“Saya berharap agar selesai dari pertemuan ini, saya bisa menyampaikan besaran TPP kepada rekan-rekan guru yang ada di halaman Kantor Bupati sana. Bila hal ini belum bisa, maka kami akan menyelesaikan kewajiban kami seperti menyerahkan raport kepada orang tua dan setelah itu kami akan mogok kerja,” ancam Amin.

Menurut Amin, besaran TPP bagi guru non sertifikasi tahun 2021 ini mengalami penurunan hingga 58%, dari sekitar 3 jutaan per bulan turun menjadi 1,4 juta perbulan.

Guru guru non sertifikasi juga bermaksud tidak mengambil TPP yang sudah bisa diambil, bila tidak  ada keputusan perubahan.

Wakil Bupati Fakfak, Yohana Dina Hindom berharap,  para guru non sertifikasi mau mengambil TPP yang sudah disiapkan.

“Sebab bila tidak diterima, maka dana tersebut akan dikembalikan ke kas daerah dan bila itu terjadi, maka TPP tidak bisa diambil kembali,” jelas Wakil Bupati.

Hingga pertemuan berakhir, belum diketahui pasti nilai besaran TPP yang akan diterima para guru non sertifikasi. Hasil akhir pertemuan masih pada adanya komitmen dari Pemerintah Daerah Fakfak untuk melakukan perubahan TPP bagi guru non sertifikasi, namun hal itu dilakukan pada APBD perubahan, setelah berkonsultasi dengan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan.

Selain membahas masalah TPP, dalam pertemuan tersebut juga mencuat adanya keluhan dari Wakil Bupati Fakfak, Yohana Dina Hindom, terkait masih adanya siswa setingkat SMP yang belum lancar membaca.

Atas keluhan ini, dari pihak guru non sertifikasi mengusulkan agar terjadi pemerataan guru di sekolah sekolah di kampung.

Selain itu juga dibahas terkait sulitnya guru untuk tersertifikasi. Untuk itu akan dilakukan evaluasi dan menemukan solusi, agar para guru dapat ikut sertifikasi. ***

About Admin

Santun Mencerdaskan

Check Also

Hari Ini Dan Besok, Berlaku PPKM Level 3

Reporter : Wahyu Hidayat INFOFAKFAK.COM, FAKFAK_ Pemerintah Kabupaten Fakfak kembali memperpanjang masa berlakunya PPKM. Kali ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *